PKM-PM Undiksha: Inovasi Buku Cerita Berbasis Nilai Catur Brata

  • 17 Agt 2026 20:30 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Kemampuan regulasi diri menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki anak sejak usia dini. Regulasi diri berperan dalam membantu anak mengelola pikiran, emosi, motivasi, serta perilaku sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan dan mengambil keputusan secara tepat.

Namun, masih banyak anak yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemampuan tersebut, khususnya anak yang tinggal di panti asuhan dan menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari.

Kondisi tersebut menjadi latar belakang dilaksanakannya Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).

Program ini dilaksanakan di Panti Asuhan Elisama, Denpasar Selatan, melalui inovasi berupa buku cerita berbasis nilai Catur Brata yang dirancang untuk membantu meningkatkan kemampuan regulasi diri anak dengan memadukan kegiatan literasi dan nilai-nilai kearifan lokal Bali.

Berdasarkan hasil observasi awal, kemampuan regulasi diri anak di panti masih tergolong rendah. Dari 23 anak, sebanyak 14 anak tergolong memiliki regulasi diri rendah.

Observasi awal menunjukkan kemampuan regulasi diri yang rendah terdapat pada aspek metakognisi, motivasi, dan perilaku. Melihat kondisi tersebut, tim PKM-PM Undiksha yang diketuai oleh Gusti Ayu Dhyana Paramita bersama anggota Ni Ketut Mas Ayu Marini Putri, Ni Kadek Subening Metia Putri, Ni Ketut Kania Agustin, dan Ayu Putu Ari Purnama dengan dosen pendamping Ibu Chindytia, M.Pd., menghadirkan solusi melalui buku cerita berbasis nilai Catur Brata.

Media ini dikembangkan sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter seperti pengendalian diri, kedisiplinan, tanggung jawab, serta refleksi ke dalam cerita yang dekat dengan kehidupan anak.

Pelaksanaan program dilakukan melalui serangkaian kegiatan edukatif yang melibatkan anak secara aktif.

Kegiatan diawali dengan pengenalan nilai-nilai Catur Brata melalui pembacaan buku cerita, kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai isi cerita, refleksi diri, permainan edukatif, serta berbagai aktivitas yang mendorong anak untuk mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, terdapat kegiatan yang mendukung pengelolaan emosi melalui yoga dan senam. Selama proses pendampingan, tim PKM-PM juga bekerja sama dengan pengurus panti agar pembinaan kemampuan regulasi diri dapat terus berlanjut setelah program selesai dilaksanakan.

Hasil pelaksanaan program menunjukkan perubahan yang sangat positif. Berdasarkan hasil observasi awal dan akhir menunjukkan peningkatan yang signifikan, yang mana kemampuan regulasi diri anak yang sebelumnya berada pada kategori kurang berhasil meningkat menjadi kategori sangat baik berdasarkan PAP skala lima. Maka dari itu, seluruh anak peserta program telah menunjukkan kemampuan regulasi diri yang baik setelah mengikuti kegiatan.

Melalui PKM-PM, mahasiswa Undiksha tidak hanya menghadirkan solusi atas permasalahan yang ada di masyarakat, tetapi juga menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya tetap relevan sebagai landasan dalam membentuk generasi yang berkarakter, mandiri, dan memiliki kemampuan regulasi diri yang baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....