Mahasiswa Undiksha Kembangkan Modul Berbasis Koping Religius dan Melukat

  • 20 Agt 2026 10:03 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Tim PKM-RSH Universitas Pendidikan Ganesha mengembangkan modul bimbingan dan konseling yang mengintegrasikan ritual melukat untuk memperkuat resiliensi anak-anak di Panti Asuhan Destawan, Kabupaten Buleleng, Bali.
  • Program ini menggabungkan pendekatan psikologis dengan nilai-nilai budaya dan spiritual yang relevan dengan kehidupan anak-anak di Bali, sehingga lebih kontekstual dan mudah diterima.
  • Pendampingan psikososial yang dikembangkan mempertimbangkan aspek psikologis, nilai-nilai budaya, dan praktik spiritual lokal sebagai bagian integral dari proses penyembuhan dan penguatan resiliensi.

RRI.CO.ID, Singaraja - Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mengembangkan modul bimbingan dan konseling berbasis koping religius yang mengintegrasikan ritual melukat sebagai upaya memperkuat resiliensi anak-anak di Panti Asuhan Destawan, Desa Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali.

Pengembangan program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendampingan psikososial yang tidak hanya memperhatikan aspek psikologis, tetapi juga mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan spiritual yang dekat dengan kehidupan anak-anak di Bali. Melalui pendekatan tersebut, tim PKM-RSH berupaya menghadirkan bentuk pendampingan yang lebih kontekstual dan mudah diterima oleh peserta.

Kegiatan dilaksanakan oleh tim PKM-RSH Undiksha bersama anak-anak Panti Asuhan Destawan dengan melibatkan pendamping dan pihak terkait. Rangkaian kegiatan meliputi pemberian materi mengenai resiliensi dan koping religius, kegiatan refleksi diri, pendampingan, serta pengenalan nilai-nilai yang terkandung dalam ritual melukat sebagai bagian dari proses penguatan kemampuan menghadapi tekanan dan permasalahan.

Ketua tim PKM-RSH menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk membantu anak-anak mengenali potensi diri, mengembangkan cara menghadapi masalah secara adaptif, serta membangun keyakinan bahwa berbagai tantangan dapat dihadapi dengan dukungan diri, lingkungan, dan nilai-nilai spiritual.

“Kami ingin menghadirkan pendampingan yang tidak hanya berfokus pada masalah, tetapi juga membantu anak mengenali kekuatan dalam dirinya. Nilai-nilai religius dan budaya lokal kami integrasikan agar proses pendampingan terasa lebih dekat dengan kehidupan mereka,” ujar Dewik Kusumawati.

Dalam pelaksanaannya, modul disusun secara sistematis dengan memuat tujuan layanan, materi, aktivitas pendampingan, lembar kerja, dan evaluasi. Bahasa dan kegiatan dalam modul juga disesuaikan dengan karakteristik anak-anak panti asuhan sehingga dapat digunakan secara praktis dalam proses bimbingan dan konseling.

Kegiatan Mahasiswa Undiksha kembangkan modul berbasis koping religius dan melukat. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Dosen pendamping kegiatan, Septia Rahmawati, menyampaikan bahwa integrasi budaya lokal dalam layanan bimbingan dan konseling menjadi salah satu kekuatan program tersebut. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi alternatif dalam mengembangkan layanan psikososial yang lebih kontekstual dengan kehidupan masyarakat Bali.

“Pemanfaatan nilai budaya lokal dalam layanan bimbingan dan konseling menjadi langkah penting agar intervensi yang diberikan tidak terlepas dari konteks kehidupan peserta. Harapannya, modul ini dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan,” kata Septia Rahmawati.

Melalui program ini, Tim PKM-RSH Undiksha berharap modul bimbingan dan konseling berbasis koping religius dan ritual melukat dapat memberikan manfaat bagi anak-anak Panti Asuhan Destawan dalam mengembangkan resiliensi. Selain itu, program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi layanan bimbingan dan konseling yang mengintegrasikan pendekatan psikologis, religius, dan budaya lokal secara harmonis.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Riset Sosial Humaniora yang didukung oleh Belmawa dan dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....