Jakarta Jadi Kota Terpadat di Dunia, Penduduk Capai 41,9 Juta Jiwa

  • 28 Jul 2026 13:26 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Jakarta resmi menjadi kawasan perkotaan terbesar di dunia dengan populasi 41,9 juta jiwa menurut laporan World Urbanization Prospects 2025 dari PBB.
  • Jakarta mengungguli Dhaka, Bangladesh (36,6 juta penduduk) dan Tokyo, Jepang (33,4 juta penduduk) dalam daftar kawasan metropolitan terbesar dunia.
  • Pergeseran posisi Tokyo dari status sebagai kota metropolitan terbesar menunjukkan perubahan signifikan dalam peta perkotaan global di periode 2025.

RRI.CO.ID, Singaraja – Jakarta mencatatkan posisi baru dalam peta kependudukan dunia. Berdasarkan laporan World Urbanization Prospects 2025 yang dirilis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jakarta menjadi kawasan perkotaan dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, mencapai sekitar 41,9 juta jiwa pada 2025.

Dalam daftar tersebut, Jakarta berada di peringkat pertama, mengungguli Dhaka, Bangladesh, yang memiliki sekitar 36,6 juta penduduk. Sementara Tokyo, Jepang, yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu kawasan metropolitan terbesar dunia, berada di peringkat ketiga dengan sekitar 33,4 juta penduduk.

Posisi keempat ditempati New Delhi, India, dengan sekitar 30,2 juta penduduk. Selanjutnya, Shanghai di China berada di posisi kelima dengan 29,6 juta penduduk.

Data tersebut tercantum dalam World Urbanization Prospects 2025 yang disusun oleh Divisi Kependudukan Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB (UN DESA). Laporan itu menggunakan estimasi penduduk perkotaan untuk 237 negara atau wilayah dan mencakup perkembangan dari 1950 hingga proyeksi 2050.

Peringkat Jakarta menjadi bagian dari fenomena urbanisasi yang semakin kuat secara global. PBB mencatat, sekitar 45 persen dari populasi dunia yang mencapai 8,2 miliar jiwa kini tinggal di wilayah perkotaan. Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan 1950, ketika penduduk perkotaan hanya mencakup sekitar 20 persen populasi dunia.

PBB juga mencatat jumlah megakota atau kawasan perkotaan dengan penduduk sedikitnya 10 juta jiwa meningkat pesat. Pada 1975, dunia hanya memiliki delapan megakota. Jumlah tersebut bertambah menjadi 33 megakota pada 2025, dengan lebih dari separuhnya atau 19 kota berada di Asia.

Jakarta menjadi salah satu contoh paling menonjol dari pertumbuhan kawasan perkotaan di Asia. Pertumbuhan penduduk dan meluasnya kawasan urban membuat Jakarta dan wilayah penyangganya menjadi bagian dari kawasan perkotaan yang memiliki konsentrasi penduduk sangat besar.

Besarnya jumlah penduduk juga membawa tantangan bagi pengelolaan perkotaan. Pertumbuhan kawasan urban perlu diikuti dengan penyediaan transportasi, hunian, layanan publik, infrastruktur, serta ruang hidup yang memadai.

Laporan PBB memproyeksikan dua pertiga pertumbuhan penduduk dunia hingga 2050 akan terjadi di kawasan perkotaan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kota-kota besar akan semakin berperan dalam menentukan arah pembangunan, ekonomi, lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat.

Bagi Jakarta, predikat sebagai kawasan perkotaan dengan populasi terbesar di dunia bukan sekadar catatan demografi. Posisi tersebut sekaligus menjadi gambaran besarnya skala urbanisasi yang harus dikelola agar pertumbuhan penduduk dapat berjalan beriringan dengan pembangunan kota yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....