Akademisi Dorong Literasi Gen Z lewat Pendekatan Kreatif dan Digital

  • 10 Mar 2026 20:24 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Upaya meningkatkan budaya literasi di kalangan generasi muda perlu dilakukan dengan pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman. Hal ini disampaikan akademisi Gede Aryasantika.

Menurut Arya, generasi Z merupakan generasi yang lahir di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Karena itu, pendekatan literasi yang terlalu konvensional dinilai kurang efektif untuk menarik minat baca mereka.

Ia menjelaskan bahwa kebiasaan generasi muda saat ini yang lebih dekat dengan gadget harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperkenalkan literasi dengan cara yang lebih kreatif.

“Kalau kita hanya menyuruh membaca buku secara konvensional, kemungkinan besar mereka akan cepat bosan. Karena itu kita harus masuk ke dunia mereka, misalnya melalui konten digital yang menarik dan mudah dikonsumsi,” ujarnya.

Ari menilai literasi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca buku, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, menyikapi lingkungan, serta membangun karakter melalui pengetahuan.

Untuk itu, ia mendorong para pendidik agar mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakter generasi Z. Salah satunya melalui pembuatan konten edukatif berdurasi singkat yang dapat diakses melalui media sosial.

“Konten satu menit yang menjelaskan manfaat membaca atau informasi penting lainnya bisa menjadi cara efektif agar mereka tetap belajar melalui platform yang mereka sukai,” katanya.

Selain itu, Ari juga menekankan pentingnya peran pendamping atau “partner” bagi generasi Z dalam membangun kebiasaan literasi. Pendamping tersebut tidak harus selalu sebaya, melainkan bisa berasal dari kalangan yang lebih tua atau bahkan lebih muda selama mampu memahami cara berpikir generasi tersebut.

Ia menambahkan bahwa generasi sebelumnya perlu mengikuti perkembangan dunia digital agar tidak tertinggal dalam membimbing generasi muda.

Menurutnya, digitalisasi tidak selalu berdampak positif apabila tidak diimbangi dengan karakter dan literasi yang kuat.

“Digitalisasi bisa membawa dampak besar terhadap karakter jika tidak disertai literasi yang baik. Karena itu kita harus hadir di tengah mereka untuk membimbing dan mengarahkan,” ujarnya.

Melalui pendekatan kreatif dan pemanfaatan teknologi, Ari berharap budaya literasi di kalangan generasi Z dapat terus berkembang sehingga mereka mampu menjadi generasi yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam menggunakan informasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....