Rendahnya Literasi Digital Jadi Tantangan Menjaga Nasionalisme
- 14 Jun 2026 12:52 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Rendahnya tingkat literasi digital masyarakat dinilai masih menjadi tantangan besar dalam menjaga semangat nasionalisme di era digital. Hal tersebut disampaikan Akademisi IAHN Mpu Kuturan Singaraja, I Gusti Ngurah Aan Darmawan, S.Kom., M.I.Kom, menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun informasi yang menyesatkan di media sosial.
"Literasi digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan menyaring dan memahami informasi secara kritis," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun budaya digital yang sehat melalui penyebaran informasi yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, serta kecintaan terhadap produk dan budaya Indonesia.
Aan Darmawan menyoroti masih rendahnya minat masyarakat terhadap konten edukatif dibandingkan konten yang bersifat sensasional. Padahal, menurutnya, konten yang mendidik merupakan kebutuhan penting untuk membangun masyarakat yang cerdas dan berkarakter.
Ia juga mengingatkan pentingnya pendampingan orang tua dalam penggunaan media sosial oleh anak-anak guna menghindari berbagai risiko kejahatan digital dan penyalahgunaan teknologi.
"Aturan boleh dibuat, tetapi pendampingan keluarga tetap menjadi kunci. Anak-anak perlu dibimbing agar mampu menggunakan media digital secara aman dan bertanggung jawab," katanya.
Ia berharap peningkatan literasi digital dapat menjadi benteng bagi masyarakat dalam menghadapi derasnya arus informasi global tanpa kehilangan identitas dan rasa cinta terhadap bangsa Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....