Latar Belakang Hari Internasional Refleksi tentang Genosida di Rwanda
- 07 Apr 2026 14:06 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Hari Internasional Refleksi tentang Genosida di Rwanda diperingati setiap tahun pada tanggal 7 April. Seperti namanya, peringatan ini bertujuan untuk mengenang para korban genosida Rwanda tahun 1994.
Genosida Rwanda yang terjadi pada tahun 1994 merupakan salah satu tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah. Kekerasan ini memuncak pada periode 7 April sampai 15 Juli 1994, namun akarnya sudah muncul sejak konflik etnis pada 1800-an.
Revolusi Rwanda pada tahun 1959 menggulingkan monarki Tutsi dan memicu gelombang pengungsian besar-besaran ke negara tetangga. Kelompok pengungsi Tutsi kemudian membentuk Front Patriotik Rwanda (RPF) yang sempat melancarkan invasi ke Rwanda pada 1990.
Konflik berlanjut dalam bentuk perang gerilya. Kesepakatan damai akhirnya tercapai pada 1993 melalui Perjanjian Arusha.
Namun, situasi kembali memanas setelah pesawat Presiden Rwanda Juvénal Habyarimana ditembak jatuh pada 6 April 1994. Insiden itu menjadi pemicu genosida selama 100 hari.
Dalam waktu singkat, milisi dan pasukan pemerintah melakukan pembantaian terhadap etnis Tutsi dan kelompok Hutu moderat. Sejumlah tokoh penting ikut menjadi korban dalam pembantaian tersebut, kekerasan juga meluas di beragam wilayah dengan skala yang sangat masif.
Genosida baru pada pertengahan Juli 1994 setelah RPF berhasil menguasai Kigali. Selama konflik itu, jutaan orang mengungsi ke negara-negara tetangga.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lantas menetapkan 7 April sebagai Hari Internasional Refleksi tentang Genosida di Rwanda pada tahun 2004. Tentunya untuk mengenang para korban dalam tragedi tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....