Ketahui Sejarah Perayaan Hari Tahun Baru Lama

  • 25 Mar 2026 13:52 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Tanggal 25 Maret setiap tahunnya juga dirayakan sebagai Hari Tahun Baru Lama. Peringatannya sampai saat kini masih dirayakan di beberapa tempat.

Berdasarkan situs National Today, jauh sebelum kalender Gregorian yang menjadi acuan sebagian besar penduduk dunia diciptakan, tahun baru diperingati pada tanggal 25 Maret. Perayaan ini pertama kali dirayakan di Mesopotamia pada tahun 2000 SM.

Kala itu tahun baru dirayakan sekitar waktu ekuinoks musim semi yang terjadi sekitar tanggal 25 Maret. Kebiasaan memulai tahun baru di bulan Januari sendiri baru dimulai sejak 400 tahun yang lalu.

Sebelum itu, hanya ada 10 bulan dalam sistem kalender yang dikembangkan orang Romawi dengan Maret sebagai bulan pertamanya. Ketika itu sistem kalender itu didasarkan pada musim, dan musim tanam dimulai pada bulan Maret. Dengan demikian, bulan Maret dipilih sebagai bulan pertama dalam setahun.

Roma mulai merayakan Tahun Baru pada hari pertama bulan Januari sekitar tahun 700 SM pada masa Numa Pontilius, penguasa kedua Roma. Numa Pontilius saat itu menambahkan bulan Januari dan Februari ke dalam kalender.

Hari Tahun Baru Lama yang dirayakan pada tanggal 25 Maret ini masih dihormati oleh beberapa negara. Walau kalender Gregorian ditetapkan pada tahun 1582, beberapa negara memilih untuk menolaknya selama ratusan tahun.

Sebagian besar Eropa Katolik menerima kalender Gregorian pada tahun 1582, karena ini merupakan perintah Paus Gregorius XIII. Inggris sendiri merayakan Hari Tahun Baru pada tanggal 25 Maret dan terus melakukannya hingga tahun 1752. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menggunakan kalender Gregorian saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....