Sejarah Hari Hutan Hujan Sedunia

  • 22 Jun 2026 14:10 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - World Rainforest Day atau Hari Hutan Hujan Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 22 Juni. Hari Hutan Hujan Sedunia merupakan perayaan global yang didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran penting hutan hujan serta mempromosikan upaya untuk melestarikannya.

Berdasarkan laman World Rainforest Day sejarah Hari Hutan Hujan Sedunia digagas perdana pada tahun 2017 oleh Rainforest Partnership. Hari Hutan Hujan Sedunia bertujuan merayakan pentingnya hutan hujan yang sehat dan berdiri untuk iklim, keanekaragaman hayati, budaya dan mata pencaharian.

Peringatan ini juga bertujuan untuk mengadakan gerakan global untuk melindungi dan memulihkannya. World Rainforest Day juga telah meluncurkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Global Hari Hutan Hujan Sedunia pada tahun 2021 lalu.

Hal itu dalam rangka menyatukan orang-orang dan organisasi dari semua sektor untuk dialog dan pembangunan masyarakat dengan satu tujuan bersama yakni untuk memicu tindakan dan mendorong perlindungan hutan yang tangguh dan terpadu.

Merujuk laman National Today, peringatan Hari Hutan Hujan Sedunia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang peran penting hutan hujan dan juga tentang semua spesies biotik yang hidup di dalamnya. Peringatan Hari Hutan Hujan Sedunia juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk belajar lebih banyak tentang hutan hujan.

Peringatan ini turut mendorong masyarakat bergabung dalam upaya melindungi maupun melestarikan hutan hujan untuk generasi yang akan datang. Seperti diketahui, Hutan hujan sudah menghilang dan membawa keanekaragaman flora dan fauna yang kaya bersama mereka karena meningkatnya deforestasi dan perubahan iklim.

Hari Hutan Hujan Sedunia dilembagakan untuk menghentikan hilangnya ini dengan mengingatkan orang-orang tentang pentingnya hutan hujan ini. Hutan hujan merupakan kawasan vegetasi lebat yang didominasi oleh pepohonan tinggi dan menerima curah hujan sangat tinggi sepanjang tahun.

Sebagian besar hutan ini berada di wilayah tropis sekitar garis khatulistiwa, termasuk wilayah Indonesia yang memiliki jutaan hektare hutan hujan tropis. Ciri utamanya adalah menerima curah hujan biasanya lebih dari 2.000 mm setiap tahunnya.

Hutan hujan disebut sebagai paru-paru planet Bumi. Hal tersebut dikarenakan hutan hujan telah menghasilkan oksigen dengan jumlah besar bagi dunia. Hutan hujan juga telah membantu mengurangi perubahan iklim dengan menyerap karbon dioksida di Bumi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....