Simak Latar Belakang Peringatan Hari Margasatwa Sedunia

  • 03 Mar 2026 15:26 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Setiap tahun pada tanggal 3 Maret diperingati sebagai World Wildlife Day atau Hari Margasatwa Sedunia. Peringatan ini ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan hewan-hewan liar yang terancam punah di seluruh dunia.

Diketahui perusakan, fragmentasi maupun modifikasi habitat yang disebabkan oleh aktivitas manusia telah memberikan dampak buruk pada populasi satwa liar yang terancam punah dan langka. Orangutan Kalimantan, gajah Sumatera dan badak hitam termasuk dalam daftar hewan-hewan liar yang kini menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi.

Kini, jumlah badak hitam di seluruh dunia tersisa 2.500 spesies. Selain itu, macan tutul amur Rusia diperkirakan hanya tersisa sebanyak 40 ekor saja.

Peringatan Hari Satwa Liar Sedunia juga menjadi pengingat bahwa keberadaan satwa liar berperan besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Dari hutan hujan tropis sampai lautan luas, setiap spesies berkontribusi terhadap rantai kehidupan yang saling terhubung.

Namun, perburuan ilegal, kerusakan habitat, perubahan iklim, dan perdagangan satwa liar masih menjadi tantangan serius di berbagai belahan dunia. Melalui peringatan ini, masyarakat diajak untuk berpartisipasi dalam upaya konservasi.

Hal itu seperti tidak membeli produk dari satwa dilindungi, mendukung organisasi pelestarian lingkungan, dan merawat ekosistem yang ada di sekitar kita. Dengan langkah kecil yang konsisten, kita bisa membantu memastikan bahwa generasi mendatang tetap bisa menyaksikan kekayaan satwa liar yang merupakan unsur penting dalam kehidupan di Bumi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....