Atraksi Ogoh-Ogoh Buleleng Berujung Pengeroyokan, Polisi Selidiki Pelaku
- 26 Mar 2026 08:29 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Euforia pergerakan ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi di Kabupaten Buleleng ternodai aksi kekerasan. Seorang pria menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok massa usai terlibat dalam pengaturan jalur ogoh-ogoh di Desa Temukus, Kecamatan Banjar. Peristiwa ini memicu keprihatinan masyarakat karena terjadi di tengah rangkaian tradisi yang seharusnya berlangsung tertib dan aman.
Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu, 18 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 Wita. Lokasinya berada di kawasan Jalan Seririt–Singaraja, tepatnya di Banjar Dinas Labuhan Aji. Saat itu, arus pergerakan ogoh-ogoh tengah ramai dan dipadati warga yang menyaksikan atraksi.
Kasi Humas Polres Buleleng IPTU Yohana Rosalin Diaz, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian. “Benar, telah terjadi dugaan pengeroyokan di wilayah Desa Temukus, dan saat ini masih dalam penanganan Polsek Banjar. Terlapor masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Korban diketahui bernama Putu Pasek Budiasa (36), seorang buruh harian lepas asal Banjar Dinas Labuhan Aji. Ia mengalami luka ringan akibat aksi kekerasan tersebut. Meski tidak mengalami luka serius, korban tetap merasakan trauma dan segera melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pihak berwajib.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, insiden bermula saat berlangsungnya pergerakan ogoh-ogoh dari Banjar Dinas Bingin Banjah menuju lokasi pembakaran di Pantai Labuhan Aji. Dalam situasi tersebut, korban berinisiatif memberikan arahan kepada rombongan agar segera melanjutkan perjalanan. Ia juga meminta agar atraksi memutar ogoh-ogoh tidak berlangsung terlalu lama demi menghindari kemacetan.
Namun, situasi berubah setelah kegiatan tersebut berakhir. Saat korban hendak pulang ke rumah, ia sempat diamankan oleh salah satu saksi sebelum akhirnya dikerumuni massa. Dalam kondisi itu, korban diduga menjadi sasaran kemarahan sekelompok orang hingga mengalami pemukulan secara bersama-sama.
IPTU Yohana menambahkan, pihak kepolisian telah menerima laporan resmi dari korban terkait kejadian ini. “Korban sudah membuat laporan polisi dan telah dimintai keterangan awal. Kami juga mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi para pelaku,” jelasnya.
Peristiwa ini telah tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/8/III/2026/SPKT/Polsek Banjar/Polres Buleleng/Polda Bali, tertanggal 23 Maret 2026. Polisi kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik pengeroyokan tersebut. Aparat juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban selama rangkaian tradisi ogoh-ogoh berlangsung.
Kepolisian menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk tindak kekerasan yang terjadi di ruang publik. Tradisi ogoh-ogoh diharapkan tetap menjadi ajang budaya yang mempererat kebersamaan, bukan sebaliknya memicu konflik. Masyarakat pun diingatkan untuk mengedepankan komunikasi dan saling menghormati demi menjaga kondusivitas wilayah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....