Anak Cerdas: Mengapa Literasi Lebih Penting Dari Sekadar Informasi?

  • 02 Jun 2026 12:54 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Di era digital saat ini, informasi hadir di mana-mana. Anak-anak dapat mengakses berita, video, media sosial, hingga kecerdasan buatan hanya melalui genggaman tangan. Namun, melimpahnya informasi tidak otomatis menjadikan seseorang cerdas. Yang lebih penting adalah kemampuan memahami, mengolah, dan menggunakan informasi tersebut secara bijak. Di sinilah peran literasi menjadi sangat penting.

Menurut UNESCO, literasi tidak lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi mencakup kemampuan memahami, menafsirkan, menciptakan, serta mengomunikasikan informasi dalam dunia yang semakin cepat berubah dan dipenuhi berbagai sumber informasi digital.

Pendidikan dan pemerhati literasi menilai bahwa anak yang memiliki kemampuan literasi yang baik akan lebih mampu berpikir kritis, menganalisis informasi, serta membedakan fakta dan opini. Kemampuan ini menjadi bekal penting untuk menghadapi maraknya hoaks, disinformasi, dan berbagai konten yang belum tentu benar di internet.

“Memiliki banyak informasi tidak cukup. Anak perlu memahami makna informasi tersebut, menghubungkannya dengan pengetahuan yang dimiliki, lalu mengambil keputusan yang tepat,” ujar Stefiani selaku Founder Wonder Tree dalam dialog siang Literasi Digital di Pro 1 RRI Singaraja, Selasa 2 Juni 2026.

Literasi juga berhubungan erat dengan keberhasilan akademik. Kemampuan membaca dengan baik membantu anak memahami pelajaran lain, mulai dari matematika hingga sains. Ketika anak mampu memahami teks dengan baik, mereka memiliki ruang berpikir yang lebih luas untuk memecahkan masalah dan mengembangkan kreativitas.

Di tengah derasnya arus informasi digital, tantangan terbesar bukan lagi mencari informasi, melainkan memilih informasi yang benar dan bermanfaat. Karena itu, orang tua dan guru memiliki peran penting dalam menumbuhkan budaya membaca sejak dini, mengajak anak berdiskusi, serta melatih mereka untuk bertanya dan berpikir kritis terhadap apa yang mereka baca atau tonton.

Literasi pada akhirnya bukan hanya tentang membaca buku, tetapi tentang membangun kemampuan berpikir. Anak yang literat tidak hanya mengetahui banyak hal, tetapi juga mampu memahami dunia, menghargai perbedaan pandangan, dan mengambil keputusan yang bijaksana.

Dengan demikian, di tengah banjir informasi yang terus mengalir setiap hari, literasi menjadi kunci agar anak tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi pembelajar yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....