Peluang dan Tantangan Profesi Lifeguard

  • 22 Mei 2026 15:13 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Sektor pariwisata air, khususnya wisata pantai, terus menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di balik keindahan ombak dan pasir pantai yang ditawarkan, ada faktor keselamatan yang tidak boleh diabaikan.

Oleh karena itu, kehadiran dan peran aktif lifeguard sangat penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan di area wisata air. Profesi lifeguard bukan lagi sekadar pekerjaan sampingan, melainkan sebuah pilar penting dalam ekosistem keselamatan pariwisata.

Seiring meningkatnya kesadaran pengelola destinasi wisata dan hotel tepi pantai tentang standar keselamatan internasional, peluang kerja bagi lifeguard profesional kian terbuka lebar.

Ketua Kelompok Pelestari Penyu Balawista Buleleng, Asesor sekaligus Instruktur Lifeguard, Agus Dharma mengatakan, profesi ini memiliki masa depan sangat cerah bagi generasi muda yang memiliki ketertarikan pada dunia air dan keselamatan.

"Peluang kerja sebagai lifeguard saat ini sangat terbuka luas, terutama di daerah pariwisata seperti Bali. Standar industri perhotelan dan beach club sekarang mewajibkan adanya personel keselamatan yang tersertifikasi. Jadi, kalau mereka punya kompetensi resmi, mereka juga berpeluang besar bekerja di luar negeri," ujar Agus Dharma.

Meski peluangnya menjanjikan, profesi ini menyimpan sederet tantangan berat yang menuntut ketahanan fisik, mental, dan kedisiplinan yang luar biasa. Menjadi seorang penyelamat pantai harus siap berhadapan dengan cuaca ekstrem dan arus bawah laut yang kuat (rip current).

"Menyelamatkan orang di laut itu taruhannya nyawa. Saya pernah dipukul saat menolong orang yang tenggelam. Waktu itu kondisinya korban masih sadar, tapi dia panik luar biasa. Menolong orang tenggelam yang posisinya masih sadar itu sebenarnya sangat berisiko bagi kita," ujar Agus Dharma.

Terkait waktu maksimal untuk berenang dan membawa korban ke darat itu adalah 3 menit untuk proses evakuasi.

"Iya, maksimal 3 menit, baru setelah itu kita cek kondisinya. Jika situasinya lebih dari 3 menit, sebenarnya masih ada kesempatan untuk menyelamatkan nyawanya, terlebih jika korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri karena gerakannya tidak lagi membahayakan penyelamat."

Agus Dharma berharap masyarakat dan pelaku usaha semakin sadar bahwa keberadaan lifeguard bukan sekadar pelengkap visual di tepi pantai, melainkan investasi utama dalam menjaga citra aman pariwisata Indonesia di mata dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....