Tips Detoks Media Sosial Demi Kesehatan Mental yang Lebih Stabil

  • 08 Apr 2026 12:18 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia modern, namun penggunaannya yang tidak terkontrol seringkali memicu kecemasan dan rasa rendah diri. Istilah fear of missing out atau FOMO sering membuat orang merasa harus terus terhubung dengan dunia maya setiap detik.

Merujuk pada edukasi dari Kementerian Kesehatan RI, detoks media sosial diperlukan untuk memberikan jeda bagi pikiran dari banjir informasi yang melelahkan setiap harinya. Cobalah untuk menonaktifkan aplikasi media sosial selama akhir pekan agar Anda memiliki waktu berkualitas untuk berinteraksi secara nyata.

Trik pertama untuk memulai detoks ini adalah dengan mematikan notifikasi non-penting yang seringkali menarik perhatian Anda untuk terus membuka ponsel tanpa tujuan. Dengan berkurangnya gangguan suara notifikasi, tingkat fokus Anda terhadap pekerjaan atau hobi yang sedang ditekuni akan meningkat secara signifikan.

Kurasi daftar akun yang Anda ikuti dengan hanya menyisakan akun-akun yang memberikan pengaruh positif dan edukasi yang bermanfaat bagi pengembangan diri Anda. Jangan ragu untuk berhenti mengikuti akun yang seringkali memicu emosi negatif atau perasaan tidak puas terhadap pencapaian hidup Anda sendiri.

Gunakan waktu luang yang biasanya dihabiskan untuk scrolling dengan melakukan aktivitas fisik di luar ruangan seperti berjalan kaki atau berkebun di halaman. Kontak langsung dengan alam dan sinar matahari terbukti mampu meningkatkan hormon kebahagiaan dan menurunkan tingkat stres secara alami dalam tubuh.

Buatlah aturan "bebas gadget" saat berada di meja makan bersama keluarga agar komunikasi antar anggota keluarga dapat terjalin dengan lebih hangat dan mendalam. Fokus pada pembicaraan tatap muka akan membantu menguatkan ikatan emosional yang seringkali terabaikan akibat sibuk dengan dunia masing-masing di ponsel.

Data dari GERMAS menunjukkan bahwa kesehatan mental yang baik diawali dari kemampuan individu dalam mengatur batasan penggunaan teknologi informasi dalam keseharian. Mari berani untuk sesekali melepaskan diri dari dunia digital demi menemukan kembali kedamaian batin dan kebahagiaan yang sejati.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....