Backhanded Compliment, Pujian yang ternyata Menyakitkan

  • 28 Mei 2026 17:05 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua pujian membawa perasaan menyenangkan bagi penerimanya. Ada jenis pujian yang terdengar manis di awal, tetapi sebenarnya menyimpan kritik atau sindiran halus di dalamnya. Fenomena ini dikenal dengan istilah backhanded compliment atau pujian terselubung yang sering membuat seseorang merasa bingung sekaligus tidak nyaman setelah mendengarnya.

Backhanded compliment biasanya disampaikan dengan nada santai dan terdengar tulus, sehingga sulit dikenali sebagai bentuk sindiran. Kalimat seperti “Kamu cantik juga kalau nggak pakai makeup tebal” atau “Hebat ya, akhirnya kamu bisa juga” menjadi contoh pujian yang sebenarnya menyelipkan kritik secara halus. Karena dikemas seperti apresiasi, banyak orang baru menyadari dampaknya setelah merasa tersinggung atau overthinking.

Fenomena ini cukup sering muncul dalam pertemanan, lingkungan kerja, hingga media sosial. Tidak jarang, orang yang menyampaikan backhanded compliment menganggap ucapannya hanya bercanda atau tidak bermaksud menyakiti. Namun bagi penerima, komentar semacam ini bisa memunculkan rasa tidak percaya diri dan membuat hubungan menjadi kurang nyaman.

Motivasi di balik backhanded compliment pun beragam. Ada yang melakukannya tanpa sadar karena terbiasa berkomunikasi dengan cara sarkastik. Namun, ada pula yang terdorong oleh rasa iri, keinginan terlihat lebih unggul, atau bahkan menjadikannya bentuk perundungan terselubung agar lawan bicara merasa lebih rendah.

Jika terjadi terus-menerus, pujian semacam ini dapat memengaruhi kesehatan emosional seseorang. Penerima bisa mulai meragukan dirinya sendiri, merasa tidak cukup baik, hingga kehilangan rasa percaya diri. Dalam hubungan sosial, backhanded compliment juga dapat menciptakan jarak emosional karena komunikasi terasa tidak lagi tulus dan suportif.

Karena itu, penting untuk lebih peka terhadap cara berkomunikasi dengan orang lain. Memberikan apresiasi sebaiknya dilakukan tanpa menyisipkan perbandingan, kritik, atau komentar yang merendahkan. Komunikasi yang jujur, hangat, dan saling menghargai akan membantu menciptakan hubungan yang lebih sehat dan nyaman, baik dalam pertemanan maupun lingkungan kerja.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....