Apa Itu Losing Your Spark?
- 18 Agt 2026 10:35 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Istilah 'losing your spark' adalah fenomena yang viral di kalangan Gen Z di media sosial belakangan ini.
- Losing your spark menggambarkan kondisi kehilangan semangat, antusiasme, atau rasa bahagia terhadap hal-hal yang biasanya disukai.
- Fenomena ini mencerminkan tantangan kesehatan mental yang dialami oleh generasi muda dalam era digital.
RRI.CO.ID, Singaraja - Belakangan ini istilah “losing your spark” cukup sering muncul di media sosial, terutama di kalangan Gen Z. Tapi sebenarnya, apa sih maksudnya?
Secara sederhana, losing your spark menggambarkan kondisi ketika kamu merasa kehilangan semangat, antusiasme, atau rasa bahagia terhadap hal-hal yang biasanya kamu sukai.
Dulu kamu bisa excited cuma karena mau nongkrong. Sekarang diajak keluar malah penginnya rebahan. Dulu kamu punya banyak hobi, sekarang buka HP pun cuma scrolling tanpa benar-benar menikmati apa yang dilihat.
| Baca juga: Lirik Lagu 'Honk!' No Na |
Bukan berarti kamu tiba-tiba berubah jadi orang yang membosankan. Bisa jadi, kamu sedang mengalami kelelahan secara fisik maupun emosional.
Rutinitas yang monoton, tekanan pekerjaan atau kuliah, masalah pribadi, kurang tidur, hingga terlalu banyak terpapar media sosial bisa membuat pikiranmu terasa penuh. Akhirnya, hal-hal yang dulu terasa menyenangkan mulai terasa biasa saja.
Yang menarik, losing your spark bukan istilah medis atau diagnosis psikologis. Jadi, ketika kamu bilang, “Kayaknya aku lagi losing my spark,” itu lebih merupakan cara populer untuk menggambarkan apa yang sedang kamu rasakan.
Tapi tetap, kondisi ini perlu diperhatikan. Kalau kamu kehilangan minat dan rasa senang dalam waktu yang cukup lama, terus merasa lelah, mulai menarik diri dari orang lain, atau aktivitas sehari-hari ikut terganggu, jangan langsung menganggapnya cuma karena kamu lagi malas atau nggak mood.
Mungkin tubuh dan pikiranmu memang sedang meminta jeda. Jadi, kalau belakangan ini kamu merasa hidup nggak se-exciting dulu, jangan buru-buru menyalahkan diri sendiri. Mungkin spark-mu bukan hilang. Mungkin cuma sedang redup. Dan kalau sekarang kamu sedang ada di fase itu, nggak apa-apa. Kamu nggak harus langsung kembali menjadi versi dirimu yang dulu.
Pelan-pelan aja. Kamu tetap berharga, bahkan ketika kamu sedang nggak punya energi untuk bersinar. Percaya deh, fase ini nggak selamanya. Suatu saat nanti, kamu akan menemukan lagi hal-hal kecil yang membuatmu merasa hidup.
“Semoga suatu hari nanti kamu bisa kembali mencintai hidupmu. Menemukan lagi hal-hal sederhana yang bikin kamu excited menjalani hari. Pelan-pelan aja, nggak apa-apa kalau sekarang kamu masih mencari spark-mu., tetap semangat, semoga hidupmu bisa berwarna kembali”. 🤍
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....