Usaha Sembako Bantu Perempuan Mandiri Ekonomi

  • 07 Okt 2026 07:37 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Desak Eni Martini memulai usaha sembako di Singaraja pada tahun 2013 dengan tujuan membantu perekonomian keluarga sekaligus mengasuh anak di rumah.
  • Pemilihan usaha sembako didasarkan pada kebutuhan masyarakat yang konsisten setiap hari dan permintaan pasar yang stabil.
  • Usaha berkembang dengan diversifikasi produk meliputi gas dan air galon, serta pemanfaatan media sosial seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram untuk memperluas jangkauan pasar.

RRI.CO.ID, Singaraja - Usaha sembako menjadi salah satu peluang bagi perempuan untuk membantu perekonomian keluarga. Wirausahawan, Desak Eni Martini atau Jenny mengatakan, usaha sembako dirintis setelah dirinya memutuskan berhenti bekerja pada 2013. Berawal dari keinginan membantu keuangan keluarga sekaligus tetap dapat mengasuh anak di rumah, ia membuka warung kecil dengan menjual kebutuhan pokok sehari-hari.

Menurutnya, pemilihan usaha sembako didasarkan pada kebutuhan masyarakat yang berlangsung setiap hari. Seiring waktu, usahanya berkembang dengan menambah jenis dagangan, termasuk gas dan air galon, serta memanfaatkan Facebook, WhatsApp, dan Instagram untuk memperluas pemasaran.

“Awalnya kecil-kecilan dulu di rumah dengan modal kecil, tapi yang dibutuhkan setiap hari, jadi saya memilih usaha sembako. Awalnya kecil dengan modal minim banget, lima juta waktu itu. Terus dari usaha kecil sedikit-sedikit jalan terus, karena usaha itu yang dibutuhkan setiap hari” ujarnya

Jenny menambahkan, tantangan dalam menjalankan usaha antara lain persaingan harga dan perubahan daya beli masyarakat. Untuk mempertahankan usaha, ia memilih menjaga keuntungan secara wajar, mengelola modal dengan cermat, serta mengutamakan pelayanan dan kualitas barang.

Ia juga menekankan pentingnya memisahkan modal dan keuntungan agar usaha tetap berjalan. Menurutnya, perempuan perlu jeli melihat peluang usaha dan memiliki ketekunan dalam menghadapi tantangan.

“Yang utama itu gimana caranya mempertahankan pelanggan, itu sih kalau saya. Sore-sore itu pulang kerja udah pada chat semua, Mbak, nanti saya sisain ini, saya sisain ini. Kita tetap bales, walaupun kita sibuk banget tetap kita layani” katanya.

Jenny berharap perempuan, khususnya ibu rumah tangga, dapat memanfaatkan peluang usaha di lingkungan sekitar untuk membantu ekonomi keluarga. Baginya, kemandirian ekonomi tidak harus dimulai dari usaha besar, tetapi dapat dibangun secara bertahap melalui pengelolaan keuangan, konsistensi, dan semangat untuk terus berkembang.

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....