Dari Kuas ke Layar, Perempuan MUA Berdaya di Era Digital

  • 15 Sep 2026 10:45 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Era digital memberikan peluang yang semakin luas bagi perempuan untuk mengembangkan kreativitas melalui profesi make up artist (MUA) dan membangun kemandirian ekonomi.
  • Profesi MUA dapat dipromosikan dan dikembangkan melalui berbagai platform digital yang tersedia di masa kini.
  • Dialog siang Pro 1 RRI Singaraja pada Selasa, 15 September 2026 membahas tema 'Dari Kuas ke Layar: Perempuan MUA Berkarya dan Berdaya di Era Digital' dengan narasumber Diah Kusuma Adnyani.

RRI.CO.ID, Singaraja - Era digital membuka peluang semakin luas bagi perempuan untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membangun kemandirian ekonomi. Salah satunya melalui profesi make up artist (MUA) yang kini semakin berkembang dan dapat dipromosikan melalui berbagai platform digital.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam dialog siang Pro 1 RRI Singaraja, Selasa, 15 September 2026, "Dari Kuas ke Layar: Perempuan MUA Berkarya dan Berdaya di Era Digital" bersama narasumber Diah Kusuma Adnyani.

Diah mengatakan, menjadi seorang MUA tidak hanya membutuhkan keterampilan dalam merias wajah. Tetapi juga kreativitas, kemauan untuk terus belajar, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Menjadi MUA bukan hanya tentang bagaimana kita merias seseorang agar terlihat cantik. Tetapi juga bagaimana kita terus belajar, mengembangkan kreativitas, dan memberikan rasa percaya diri kepada klien," ujarnya.

Menurut Diah, perkembangan media sosial memberikan ruang bagi para MUA untuk memperkenalkan hasil karya kepada masyarakat yang lebih luas. Foto dan video hasil riasan dapat menjadi portofolio sekaligus sarana membangun kepercayaan calon pelanggan.

Diah menilai, perempuan perlu memanfaatkan teknologi digital secara positif untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Sekarang kita punya layar yang bisa membawa karya kita ke mana-mana. Jadi jangan takut untuk menunjukkan karya, membangun personal branding, dan menggunakan media sosial sebagai bagian dari perjalanan usaha,” katanya.

Ia menambahkan, perjalanan membangun profesi MUA tentu tidak selalu mudah. Dibutuhkan konsistensi, keberanian mencoba hal baru, serta kemampuan mengikuti tren tanpa kehilangan karakter dalam berkarya.

Di sisi lain, profesi MUA juga dapat menjadi salah satu pilihan bagi perempuan untuk menciptakan peluang ekonomi dari keterampilan yang dimiliki.

“Saya berharap semakin banyak perempuan yang berani berkarya dan percaya bahwa keterampilan yang mereka punya bisa menjadi peluang untuk berdaya secara ekonomi,” tutur Diah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....