Gotong Royong Jadi Strategi Perluas Internet ke Pedesaan
- 07 Okt 2026 07:34 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Perluasan jaringan internet ke wilayah pedesaan menghadapi tantangan geografis yang membuat biaya penarikan jaringan menjadi sangat tinggi.
- Pengelola layanan internet desa menerapkan sistem gotong royong dengan menghimpun calon pelanggan terlebih dahulu agar biaya dapat ditanggung bersama.
- Delima Networks merupakan salah satu pengelola yang mengimplementasikan model kerjasama ini untuk memperluas jangkauan internet ke daerah terpencil.
RRI.CO.ID, Singaraja - Perluasan jaringan internet ke wilayah pedesaan tidak selalu mudah, terutama ketika lokasi pelanggan berada jauh dari jaringan yang sudah tersedia. Kondisi tersebut mendorong pengelola layanan internet desa menerapkan sistem gotong royong untuk menekan biaya pembangunan jaringan.
Owner Delima Networks, I Gede Surespayuki W.G mengatakan, pada awal pengembangan layanan, jaringan belum tersedia di banyak wilayah. Ketika ada warga yang ingin berlangganan, calon pelanggan dihimpun terlebih dahulu agar biaya penarikan jaringan dapat ditanggung bersama.
“Kita pakai sistem gotong royong. Kalau misalkan ada satu orang yang mau pasang, kita balikin kembali ke mereka. Minimal lima orang. Kalau bisa sepuluh orang lebih bagus” ujarnya.
Menurutnya, jumlah pelanggan dalam satu wilayah menentukan efisiensi pembangunan jaringan. Jika terdapat minimal lima calon pelanggan, jaringan dapat ditarik tanpa membebankan biaya tambahan yang terlalu besar kepada masing-masing pelanggan.
Untuk wilayah yang jaraknya lebih dari 200 meter dari jaringan terakhir, biaya tambahan dapat dikenakan kepada pelanggan. Sebelum pemasangan, survei juga dilakukan untuk memastikan jaringan dapat menjangkau lokasi calon pelanggan.
“Kita survei. Kalau sekarang jaringan sudah ada di dua desa, di Bulian sama di Bukti. Jadi ketika ada di wilayah itu yang order, kita survei ke sana untuk melihat jaringannya nyampe apa enggak” katanya.
Saat ini jaringan telah tersedia di Desa Bukti dan Bulian. Pengembangan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan potensi pelanggan di masing-masing wilayah.
Gede menilai pola tersebut menjadi salah satu cara agar perluasan internet tetap dapat dilakukan di wilayah pedesaan dengan biaya yang lebih terjangkau. Selain memperluas jaringan, pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat juga menjadi strategi menghadapi persaingan provider yang semakin banyak masuk ke desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....