Stok Minyak Goreng di Pasar Umum Negara Terbatas, Harga Naik

  • 21 Apr 2026 18:13 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara - Stok minyak goreng di Pasar Umum Negara, Kabupaten Jembrana, mulai mengalami kelangkaan sejak sebulan terakhir. Selain sulit didapat, harga komoditas pangan ini juga merangkak naik di tingkat pedagang.

Kondisi tersebut terungkap saat Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Jembrana menggelar inspeksi mendadak (sidak) pada Senin, 21 April 2026. Petugas menyisir sejumlah los pedagang sembako untuk memastikan ketersediaan barang dan stabilitas harga.

"Minyak goreng memang mulai susah dicarinya. Minyakita yang program pemerintah itu malah sudah hilang dari pasar sejak sebulan lalu," ujar Endang Astuti, salah seorang pedagang sembako di pasar setempat.

Senada dengan Endang, pedagang lainnya bernama Syafii mengungkapkan bahwa kenaikan harga minyak goreng kemasan terjadi cukup signifikan. "Kenaikannya antara dua sampai lima ribu rupiah per liter. Tergantung merek, sekarang rata-rata dijual Rp19.000 hingga Rp22.000 per liter," jelasnya.

Sebelumnya, harga minyak goreng kemasan berada di kisaran Rp15.000 hingga Rp16.000 per liter. Untuk pembelian per pak (isi 12 botol), kenaikan mencapai Rp20.000 hingga Rp30.000 dari harga normal.

Menanggapi keluhan tersebut, petugas Dinas Koperindag Jembrana, I Putu Gede Mahaputra, Selasa 22 April 2026 mengatakan akan memperluas jangkauan pemantauan. Sidak tidak hanya berhenti di pasar tradisional, tetapi akan menyasar hingga ke tingkat distributor.

"Kami ingin mencari tahu di mana titik sumbatnya atau benang kusut penyebab kelangkaan ini. Selain itu, kami segera berkoordinasi dengan Satgas Pangan Jembrana untuk langkah antisipasi lebih lanjut," tegas Mahaputra.

Pemerintah berharap koordinasi lintas sektor ini dapat segera menstabilkan kembali pasokan minyak goreng di Jembrana agar tidak membebani daya beli masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....