Investasi Saham Dinilai Menjanjikan, Investor Pemula Diminta Hindari FOMO
- 07 Jul 2026 08:20 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Investasi saham memiliki potensi keuntungan menarik, namun harus diimbangi dengan kemampuan mengelola risiko dan disiplin dalam berinvestasi.
- Kesalahan terbesar investor pemula adalah membeli saham karena FOMO (Fear of Missing Out), sering kali ketika harga sudah mencapai puncak dan investor lain mulai menjual.
- Strategi dollar cost averaging (membeli saham secara bertahap sesuai kemampuan finansial) membantu mengurangi risiko membeli pada harga yang terlalu tinggi.
- Investor harus membedakan antara investor (fokus jangka panjang pada fundamental perusahaan) dan trader (mengandalkan analisis teknikal untuk pergerakan harga singkat).
- Investor harus rutin memantau laporan keuangan perusahaan dan perkembangan ekonomi eksternal karena pasar saham sangat sensitif terhadap informasi.
RRI.CO.ID, Singaraja – Investasi saham dinilai masih menjadi salah satu instrumen yang memiliki potensi keuntungan menarik bagi masyarakat. Namun, peluang memperoleh cuan tersebut harus diimbangi dengan kemampuan mengelola risiko, disiplin dalam berinvestasi, serta kemauan untuk terus belajar.
Certified Financial Planner (CFP), Ni Putu Desy Ratna Dewi, S.E., M.S.i., CFP, mengatakan meningkatnya minat anak muda terhadap investasi saham dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang membuat proses pembukaan rekening efek hingga transaksi saham semakin mudah dilakukan hanya melalui telepon pintar.
"Kalau dulu harus datang langsung ke perusahaan sekuritas, sekarang cukup melalui aplikasi di ponsel, masyarakat sudah bisa membuka rekening saham dan mulai berinvestasi," ujarnya.
| Baca juga: Trading Plan, Kontrol Emosi Investor Saham |
Selain kemudahan teknologi, meningkatnya literasi keuangan juga menjadi faktor yang mendorong semakin banyak generasi muda mengenal investasi.
Meski demikian, Desy mengingatkan bahwa kesalahan terbesar investor pemula adalah membeli saham karena ikut-ikutan atau Fear of Missing Out (FOMO).
"Sering kali ketika saham sedang ramai dibicarakan, harganya justru sudah naik tinggi. Investor pemula baru masuk ketika harga berada di puncak, sementara investor lain sudah mulai menjual. Akhirnya malah mengalami kerugian," ucapnya.
Ia menekankan pentingnya membedakan tujuan menjadi investor dan trader. Investor berorientasi jangka panjang dengan fokus pada kualitas fundamental perusahaan, sedangkan trader lebih mengandalkan analisis teknikal untuk memanfaatkan pergerakan harga dalam waktu singkat.
Menurut Desi, investor jangka panjang sebaiknya memilih perusahaan yang memiliki fundamental kuat dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi. Salah satu strategi yang disarankan adalah melakukan pembelian secara bertahap atau dollar cost averaging, yakni membeli saham secara rutin sesuai kemampuan keuangan.
"Beli sedikit demi sedikit setiap bulan sesuai kemampuan. Strategi ini membantu mengurangi risiko membeli pada harga yang terlalu tinggi," katanya.
Desi menjelaskan bahwa besaran dividen ditentukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) setelah perusahaan memperoleh laba. Investor yang ingin memperoleh penghasilan rutin dapat memilih saham perusahaan dengan riwayat pembagian dividen yang konsisten.
Ia juga menjelaskan bahwa apabila perusahaan mengalami kerugian, harga saham berpotensi turun sehingga investor bisa mengalami capital loss. Karena itu, investor harus rutin memantau laporan keuangan perusahaan yang diterbitkan setiap tiga bulan sekali.
Selain kondisi internal perusahaan, faktor eksternal seperti perubahan suku bunga, kebijakan pemerintah hingga konflik geopolitik juga dapat memengaruhi pergerakan harga saham.
"Pasar saham sangat sensitif terhadap informasi. Karena itu investor harus rajin mengikuti perkembangan ekonomi agar bisa mengambil keputusan dengan tepat," ucapnya.
Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Ia menegaskan bahwa keberhasilan investasi tidak ditentukan oleh keberanian mengambil risiko semata, melainkan oleh pengetahuan, disiplin, dan konsistensi dalam menjalankan strategi investasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....