Bali Tak Sepi, Wisman Naik Meski Penerbangan Turun

  • 07 Jan 2026 07:35 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Isu Bali sepi wisatawan ditepis langsung Gubernur Bali I Wayan Koster. Data menunjukkan kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata tetap kuat, bahkan wisatawan mancanegara mengalami peningkatan signifikan, meski jumlah penerbangan domestik menurun.

Gubernur Koster menjelaskan, secara total kunjungan wisatawan ke Bali pada 2025 relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan jumlah wisatawan domestik dinilai tidak menggambarkan kondisi pariwisata Bali secara keseluruhan, karena sektor utama Bali justru ditopang wisatawan mancanegara.

“Kalau dibilang Bali sepi, data menjawab tidak. Ramai malah. Yang paling penting bagi Bali adalah wisatawan mancanegara karena itu berdampak langsung pada belanja, tingkat hunian, dan lama tinggal wisatawan di Bali,” tegas Wayan Koster pada (1/1/2026).

Ia memaparkan, jumlah wisatawan mancanegara pada 2025 meningkat sekitar 700 ribu orang dibandingkan tahun 2024. Peningkatan ini juga didukung oleh bertambahnya maskapai dan rute penerbangan internasional menuju Bali. Pada 2025, jumlah maskapai internasional naik dari 43 menjadi 44, sementara rute penerbangan internasional bertambah dari 40 menjadi 44 rute.

Sebaliknya, penurunan wisatawan domestik disebut Koster lebih disebabkan oleh berkurangnya penerbangan dalam negeri. Beberapa maskapai nasional, seperti Garuda Indonesia dan Citilink, mengurangi frekuensi penerbangan karena sebagian armada menjalani perawatan rutin.

“Penerbangan domestik memang menurun karena pesawat Garuda dan Citilink banyak yang harus maintenance. Akibatnya jumlah penerbangan ke Bali berkurang dan pesawat selalu penuh,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat masyarakat yang hendak bepergian ke Bali melalui jalur udara domestik mengalami keterbatasan pilihan penerbangan. Namun Koster menegaskan, situasi ini bersifat sementara dan tidak mencerminkan lesunya pariwisata Bali.

Di akhir pernyataannya, Gubernur Koster menegaskan optimisme terhadap pariwisata Bali. Dengan tren kenaikan wisatawan mancanegara, peningkatan konektivitas internasional, serta perbaikan layanan bandara, Bali diyakini tetap menjadi destinasi utama dunia yang bergerak dinamis, bukan sepi seperti yang kerap dispekulasikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....