Bulfest jadi Ajang Disdikpora Buleleng Hidupkan Kembali Permainan Tradisional

  • 21 Agt 2026 20:08 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Disdikpora Kabupaten Buleleng memperkenalkan kembali olahraga dan permainan tradisional kepada ribuan pelajar dari tingkat TK hingga SMA sederajat melalui acara Buleleng Festival 2026.
  • Ratusan siswa SD mengikuti Gebyar Senam Anak Indonesia Hebat dan Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) 88 dengan penuh semangat pada Kamis, 20 Agustus 2026 pagi di area Buleleng Digital Expo.
  • Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Undiksha Singaraja untuk memperkenalkan dan mengajarkan berbagai permainan tradisional kepada siswa.

RRI.CO.ID, Singaraja - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng memperkenalkan kembali olahraga dan permainan tradisional kepada ribuan pelajar dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA sederajat. Hal itu dilakukan di area Buleleng Digital Expo (BDE), RTH Rumah Jabatan Bupati Buleleng, dalam rangkaian acara Buleleng Festival (Bulfest) 2026.

Pada Kamis, 20 Agustus 2026 pagi, ratusan pelajar SD memadati kawasan tersebut untuk mengikuti pelaksanaan Gebyar Senam Anak Indonesia Hebat dan Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) 88 dengan penuh semangat. Setelah mengikuti senam, para siswa diajak mengenal dan memainkan berbagai permainan tradisional yang bekerjasama dengan Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Undiksha Singaraja.

Ratusan pelajar SD saat mengikuti Gebyar SAIH dan SKJ 88 di BDE Kamis, 20 Agustus 2026 (Foto: RRI/Irene Amora)

Beragam permainan yang dimainkan antara lain Tajog, Deduplak, Lari Balok dan lompat tali. Selain menghadirkan keceriaan, permainan itu juga menjadi media edukasi bagi anak-anak SD untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan permainan digital.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Buleleng Ida Bagus Gde Surya Bharata kepada rri.co.id mengatakan permainan tradisional yang diperkenalkan disesuaikan dengan usia para pelajar. Disamping melestarikan juga bertujuan untuk memperkenalkan permainan di masa lalu.

“Banyak hal yang bisa diwariskan dari zaman dahulu, untuk TK ada meong-meongan, juru pencar, ular naga Panjang,” ujar Kadisdikpora yang akrab disapa Surya Bharata.

Surya Bharata menyebut permainan tradisional yang diperkenalkan tersebut juga bertujuan untuk mengadu kecepatan serta mengasah motorik siswa. Selain itu juga sebagai persiapan bagi para siswa untuk mengikuti lomba olahraga tradisional pada September 2026.

“Kebetulan momen bagus, ajang sosialisasi untuk lomba olahraga serangkaian Haornas September mendatang ya,” ucapnya.

Tidak hanya melihat jalannya kegiatan, Kadisdikpora Buleleng juga turut mencoba dan berinteraksi langsung dalam permainan tradisional bersama para siswa. Surya Bharata mengharapkan pada jeda semester masing-sekolah turut menggelar lomba olahraga tradisional serupa.

Kadisdikpora Buleleng, Ida Bagus Surya Bharata saat mencoba permainan tradisional Tajog di BDE Kamis, 20 Agustus 2026 (Foto: RRI/Irene Amora)

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diajak bergerak dan bermain tetapi juga belajar membangun kerja sama, sportivitas, keberanian, ketangkasan, serta interaksi sosial dengan teman sebaya. Permainan tradisional tersebut juga menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya sekaligus menghadirkan aktivitas pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak.

Kegiatan di hari ketiga Buleleng Festival ini sekaligus menunjukkan bahwa ruang festival dapat menjadi wadah yang edukatif, sehat dan menyenangkan bagi anak-anak, sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap permainan dan budaya lokal. Permainan tradisional juga diharpkan mengalihkan perhatian anak dari gawai ke aktivitas fisik yang menyehatkan sehingga permainan tempo dulu tetap hidup di tengah arus modernisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....