Generasi Muda Perlu Memaknai Nilai Bung Karno Secara Kritis dan Relevan
- 08 Jun 2026 18:46 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital, generasi muda dinilai perlu memahami nilai-nilai perjuangan Bung Karno secara kritis tanpa terjebak pada pengkultusan sosok.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng, Dr. Nyoman Widiartha, mengatakan bahwa masyarakat tidak diajak untuk mengkultuskan Bung Karno, melainkan mengambil nilai-nilai positif yang diwariskannya bagi bangsa Indonesia.
“Kita tidak mengkultuskan. Kita menghormati Bung Karno sebagai pendiri bangsa. Yang kita teladani adalah nilai-nilai dan perjuangannya untuk mempersatukan bangsa yang sangat beragam ini,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa setiap tokoh sejarah memiliki sisi positif dan negatif. Karena itu, generasi muda perlu melihat perjuangan Bung Karno secara proporsional dan menjadikan nilai-nilai yang baik sebagai inspirasi dalam kehidupan berbangsa.
“Jadi kita lihat nilai-nilai yang diwariskan kepada penerus bangsa. Hal-hal positif itulah yang harus kita lanjutkan,” ujarnya.
Widiartha juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, termasuk pengaruh media sosial, menurunnya literasi kebangsaan, serta berbagai persoalan moral yang muncul di masyarakat.
Meski demikian, ia optimistis semangat nasionalisme generasi muda Indonesia masih sangat kuat. Hal tersebut terlihat dari antusiasme masyarakat saat mendukung tim nasional Indonesia, mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), hingga berbagai kegiatan kebangsaan lainnya.
“Saya melihat rasa nasionalisme generasi muda sebenarnya masih tinggi. Tinggal bagaimana kita terus mengingatkan dan memberikan ruang agar semangat itu bisa diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujarnya.
Untuk itu, Kesbangpol Buleleng secara rutin bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), serta berbagai elemen masyarakat untuk melakukan sosialisasi wawasan kebangsaan di sekolah maupun perguruan tinggi.
Menurutnya, penguatan karakter kebangsaan tidak bisa hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.
“Kita semua punya tanggung jawab bersama untuk membimbing generasi muda agar tetap memiliki karakter yang kuat, cinta tanah air, dan memahami nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup,” kata Widiarta.
Melalui peringatan Bulan Bung Karno, ia berharap generasi muda tidak hanya mengenal sejarah bangsa, tetapi juga mampu menerjemahkan semangat Trisakti ke dalam kehidupan sehari-hari melalui kemandirian, persatuan, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....