Hari Jadi Provinsi Bali Jadi Momentum Menjaga Arah Pembangunan Jangka Panjang

  • 14 Agt 2026 15:05 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali diselenggarakan di Singaraja pada Jumat, 14 Agustus 2026 di Lobby Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng.
  • Peringatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan pembangunan Provinsi Bali selama 68 tahun sejak berdiri.
  • Acara ini menekankan komitmen untuk memperkuat arah pembangunan Bali dalam perspektif jangka panjang yang berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Singaraja – Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat komitmen menjaga arah pembangunan Bali dalam jangka panjang.

Hal tersebut mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali yang berlangsung di Lobby Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Jumat, 14 Agustus 2026.

Dalam upacara tersebut, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membacakan sambutan tertulis Gubernur Bali I Wayan Koster. Peringatan tahun ini mengusung tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” yang bermakna tulus dan ikhlas demi kejayaan Bali.

Sutjidra mengatakan, tema tersebut membawa pesan agar pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga dilandasi ketulusan dan integritas.

“Tema ini mengandung pesan luhur bahwa setiap karya, pengabdian, dan pelayanan hendaknya dilandasi ketulusan hati, menjunjung integritas, serta semangat gotong royong demi nindihin Bali,” ujar Sutjidra saat membacakan amanat Gubernur Bali.

Perjalanan pembangunan Bali juga mendapat landasan melalui Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali. Regulasi tersebut menjadi dasar pengakuan terhadap keberadaan desa adat, subak, serta kebudayaan lokal.

“Pengundangan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali merupakan pengakuan sah atas keberadaan desa adat, subak, dan kebudayaan lokal,” ujarnya.

Arah pembangunan jangka panjang Bali kemudian dituangkan dalam Perda Nomor 4 Tahun 2023 tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun 2025–2125.

Menurut Sutjidra, periode 2025–2030 menjadi tahapan penting karena hasil pembangunan pada lima tahun pertama akan menjadi salah satu fondasi bagi keberlanjutan pembangunan Bali.

“Periode 2025–2030 merupakan momentum awal yang sangat menentukan. Keberhasilan pembangunan lima tahun pertama ini akan menjadi pondasi penentu keberlanjutan masa depan generasi penerus Bali hingga satu abad ke depan,” katanya.

Enam bidang prioritas pembangunan meliputi

  1. Adat, agama, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal;
  2. Kesehatan, pendidikan, olahraga dan jaminan sosial;
  3. Transformasi perekonomian;
  4. Infrastruktur terintegrasi;
  5. Lingkungan, kehutanan dan energi;
  6. Bali Pulau Digital dan keamanan.

Pembangunan tersebut diarahkan melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dengan konsep “Satu Pulau, Satu Pola, dan Satu Tata Kelola”.

Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali ini diikuti jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, BUMD, serta perwakilan siswa SMA.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....