Lovina Festival 2026 Perkuat Kolaborasi Seni, Budaya, dan Pariwisata Bali Utara

  • 29 Jul 2026 00:17 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Lovina Festival 2026 akan diselenggarakan selama lima hari di kawasan Pantai Lovina dengan mengusung tema Theatre of Dolphins.
  • Festival ini menghadirkan pertunjukan budaya, pameran UMKM, dan aktivitas wisata yang ditargetkan untuk wisatawan domestik maupun mancanegara.
  • Konsep dua panggung diterapkan tahun ini, yakni Panggung Tasik Madu untuk wisatawan mancanegara dan Panggung Binaria untuk wisatawan domestik.

RRI.CO.ID, Singaraja – Penyelenggaraan Lovina Festival 2026 kembali menjadi ajang yang mempertemukan pelaku seni, komunitas, pelaku usaha, dan industri pariwisata dalam satu rangkaian kegiatan selama lima hari di kawasan Pantai Lovina. Mengusung tema Theatre of Dolphins, festival ini menghadirkan beragam pertunjukan budaya, pameran UMKM, hingga aktivitas wisata yang menyasar wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ketua Panitia Lovina Festival 2026, Putu Ayu Reika Nurhaeni, mengatakan konsep dua panggung yang diterapkan tahun ini menjadi salah satu strategi untuk menjangkau segmen wisatawan yang berbeda. Panggung Tasik Madu difokuskan bagi wisatawan mancanegara, sedangkan Panggung Binaria menjadi pusat kegiatan bagi wisatawan domestik.

Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya memperluas jangkauan pengunjung, tetapi juga memberi manfaat bagi sektor perhotelan, restoran, transportasi, UMKM, serta pelaku ekonomi kreatif di kawasan Lovina.

Selama penyelenggaraan, festival melibatkan 250 pelaku seni, 44 komunitas, 82 booth UMKM, dan didukung oleh 30 mitra. Tercatat sekitar 30 ribu orang mengunjungi festival dengan nilai transaksi UMKM mencapai Rp746.788.000.

Sementara itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyebut Lovina Festival menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan potensi budaya dan keindahan alam Bali Utara kepada wisatawan. Ia berharap kolaborasi yang terbangun selama penyelenggaraan festival dapat terus mendukung pengembangan pariwisata daerah.

Sebagai bagian dari evaluasi, penyelenggara juga mulai menerapkan pengukuran dampak ekonomi melalui pengelompokan data wisatawan berdasarkan sektor industri pariwisata dan UMKM. Hasil pendataan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyelenggaraan festival yang lebih efektif serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....