Tradisi Asado, Ritual Memanggang Daging yang Menjadi Simbol Kebersamaan di Amerik

  • 07 Jul 2026 13:55 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Asado merupakan tradisi memanggang daging yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Amerika Selatan, terutama di Argentina dan Uruguay. Selain dikenal sebagai teknik memasak, asado juga menjadi momen berkumpul bersama keluarga, sahabat, dan komunitas yang sarat dengan nilai kebersamaan.

Tradisi ini diperkirakan berkembang sejak masa kolonial Spanyol, ketika sapi mulai diperkenalkan ke kawasan Amerika Selatan. Para gaucho, atau koboi khas Argentina, kemudian mengolah daging dengan memanggangnya di atas api terbuka di kawasan padang rumput pampa. Seiring waktu, cara memasak tersebut berkembang menjadi tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Dalam sebuah acara asado, biasanya terdapat seorang asador atau parrillero, yakni orang yang bertanggung jawab mengatur bara api dan memanggang daging. Peran ini dianggap sebagai sebuah kehormatan karena membutuhkan pengalaman untuk mengendalikan suhu dan menentukan tingkat kematangan daging.

Proses pemanggangan umumnya menggunakan parrilla, yaitu panggangan berbahan besi yang dipanaskan dengan arang atau kayu keras. Daging dimasak secara perlahan selama dua jam atau lebih agar menghasilkan tekstur yang empuk dan cita rasa yang maksimal. Berbeda dengan teknik barbeku di sejumlah negara lain, asado umumnya hanya menggunakan garam sebagai bumbu utama untuk mempertahankan rasa alami daging.

Jenis daging yang paling sering disajikan adalah daging sapi, seperti iga (asado de tira), vacío atau flank steak, dan matambre. Selain itu, terdapat pula chorizo, morcilla, ayam, babi, maupun domba. Hidangan tersebut biasanya dilengkapi dengan salad segar, sayuran panggang, roti, serta minuman seperti anggur merah atau bir.

Asado tidak hanya populer di Argentina dan Uruguay, tetapi juga dikenal di Chile, Paraguay, serta wilayah Rio Grande do Sul di Brasil. Meski memiliki sedikit perbedaan dalam teknik memanggang maupun jenis bahan bakar yang digunakan, esensi tradisinya tetap sama, yaitu menikmati hidangan bersama dalam suasana santai.

Bagi masyarakat Argentina dan Uruguay, asado memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menikmati makanan. Tradisi ini menjadi ajang mempererat hubungan sosial, berbagi cerita, serta memperkuat ikatan keluarga dan persahabatan. Tidak heran jika asado kerap digelar pada akhir pekan, hari libur, maupun berbagai perayaan penting.

Hingga kini, asado tetap menjadi salah satu ikon budaya kuliner Amerika Selatan yang mencerminkan kesederhanaan, kesabaran, serta semangat kebersamaan yang terus dijaga oleh masyarakat setempat. (RRI/Dewa Arta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....