PMI Buleleng Dorong Kolaborasi Hadapi Kebakaran
- 07 Okt 2026 07:50 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- PMI Kabupaten Buleleng mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran, bukan hanya mengandalkan petugas pemadam profesional.
- Masyarakat dapat membantu mencegah penyebaran api menggunakan peralatan dan sumber air yang tersedia di sekitar lokasi kebakaran.
- Kepala Markas PMI Kabupaten Buleleng Made Pasek Yasa menekankan pentingnya mengikuti arahan petugas dan menjaga keselamatan diri saat membantu penanganan kebakaran.
RRI.CO.ID, Singaraja - Penanganan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam. PMI Kabupaten Buleleng mendorong keterlibatan masyarakat dan relawan untuk membantu mencegah api meluas sebelum petugas tiba di lokasi.
Kepala Markas PMI Kabupaten Buleleng Made Pasek Yasa mengatakan, masyarakat yang berada di sekitar lokasi dapat membantu dengan peralatan dan sumber air yang tersedia, namun tetap memperhatikan keselamatan dan arahan petugas.
“Jangan sampai menyerahkan semuanya ini kepada pemadam saja. Mari kita kerja sama baik dengan masyarakat. Yang punya air di rumah ikut memadamkan” ujarnya.
Kolaborasi juga dilakukan PMI dengan petugas pemadam kebakaran melalui pelatihan bagi relawan. Edukasi diberikan agar relawan memahami tindakan yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat, sekaligus menghindari kepanikan saat terjadi kebakaran.
Selain membantu penanganan api, PMI juga memiliki peran dalam mendukung kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.
“Kalau kelabakan dari pihak pemadam, airnya kebetulan kita punya tangki. Ya kita ikut jadinya suplai air, biar terbantulah pemadam itu. Kolaborasi itu yang terpenting” ucapnya.
Menurut PMI, kesiapsiagaan juga perlu dibangun hingga tingkat desa melalui relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat atau SIBAT. Relawan dibekali pengetahuan mengenai antisipasi bencana serta koordinasi ketika terjadi keadaan darurat.
Satgana PMI Kabupaten Buleleng Made Dibyananta Wiguna mengatakan, berbagai unsur kebencanaan memiliki peran yang saling melengkapi sehingga tidak perlu berjalan sendiri-sendiri.
“Kalau SIBAT yang ada di desa-desa itu ikut terlibat dalam hal antisipasi kebakaran. Bukan PMI saja, ada Destana, Tagana, dan semuanya perannya sama. Kita juga membina mereka, karena ini milik kita bersama” katanya.
PMI menilai sinergi antarunsur kebencanaan dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan kebakaran. Dengan kesiapsiagaan sejak tingkat lingkungan dan desa, risiko meluasnya kebakaran diharapkan dapat ditekan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....