Perempuan Punya Peran Penting Bentuk Karakter Generasi

  • 05 Okt 2026 11:50 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter anak sejak usia dini melalui lingkungan keluarga, pendidikan, organisasi, dan lingkungan sosial.
  • Lingkungan keluarga menjadi ruang utama bagi anak untuk mempelajari nilai-nilai kehidupan seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kepedulian, dan rasa hormat kepada orang lain.
  • Peran perempuan dalam menanamkan pendidikan karakter tidak hanya terbatas pada domain keluarga tetapi juga mencakup aspek pendidikan formal dan pemberdayaan komunitas.

RRI.CO.ID, Singaraja - Perempuan memiliki peran penting dalam menanamkan pendidikan karakter bagi generasi masa depan. Peran tersebut tidak hanya dilakukan di lingkungan keluarga, tetapi juga melalui pendidikan, organisasi, serta lingkungan sosial.

Hal tersebut disampaikan Ketut Sumenari, Ketua Pusdiklatcab Kwarcab Buleleng, dalam Dialoq Siang PUG Senin, 5 Oktober 2026 mengenai Peran Perempuan Dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Bagi Generasi Masa Depan. Menurut Ketut Sumenari, perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Lingkungan keluarga menjadi salah satu ruang utama bagi anak untuk belajar mengenai nilai-nilai kehidupan, seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kepedulian, dan rasa hormat kepada orang lain.

Pendidikan karakter, lanjutnya, tidak cukup hanya diberikan melalui nasihat. Anak membutuhkan contoh nyata dari orang-orang di sekitarnya. Karena itu, keteladanan perempuan sebagai ibu, pendidik maupun anggota masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter.

“Pendidikan karakter harus dimulai dari hal-hal sederhana dan dilakukan secara konsisten. Anak akan lebih mudah memahami nilai-nilai kebaikan ketika melihat contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ketut Sumenari.

Ia menambahkan, tantangan dalam membentuk karakter generasi saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan media sosial. Anak-anak dan remaja memiliki akses yang luas terhadap berbagai informasi sehingga membutuhkan pendampingan agar mampu memilah informasi serta menggunakan teknologi secara bijak.

Dalam kondisi tersebut, perempuan juga dapat berperan sebagai pendamping sekaligus pengarah bagi generasi muda. Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak dinilai penting agar anak memiliki ruang untuk berdiskusi, menyampaikan persoalan, serta mendapatkan arahan yang tepat.

Ketut Sumenari juga menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, organisasi dan masyarakat. Pendidikan karakter tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan bersama.

“Generasi masa depan membutuhkan lingkungan yang memberikan keteladanan, bukan hanya aturan. Ketika keluarga, sekolah dan masyarakat memiliki nilai yang sejalan, pembentukan karakter anak akan menjadi lebih kuat,” jelasnya.

Ia berharap perempuan terus mengambil peran aktif dalam mendidik dan mendampingi generasi muda. Dengan pendidikan karakter yang ditanamkan sejak dini, generasi masa depan diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, tanggung jawab dan sikap positif dalam kehidupan bermasyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....