Pengarustamaan Gender Dorong Perempuan Aktif di Ruang Publik

  • 14 Sep 2026 15:14 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Pengarusutamaan gender adalah strategi untuk memastikan perspektif gender diperhatikan dalam proses pembangunan dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi kebijakan.
  • Kesetaraan gender bukan berarti perempuan harus mengambil peran yang sama dengan laki-laki, melainkan hak yang sama untuk berkembang sesuai potensi masing-masing.
  • Baik perempuan maupun laki-laki memiliki hak untuk berkontribusi dan mengembangkan diri sesuai dengan kapasitas dan kemampuan mereka.

RRI.CO.ID, Singaraja - Pengarusutamaan gender merupakan strategi untuk memastikan perspektif gender diperhatikan dalam proses pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi kebijakan.

Penyuluh Agama Hindu, Ni Putu Dewi Pradnyan, mengatakan kesetaraan gender bukan berarti perempuan harus mengambil peran yang sama dengan laki-laki. Menurutnya, baik perempuan maupun laki-laki memiliki hak untuk berkembang dan berkontribusi sesuai potensi masing-masing.

Dewi menilai, tersedianya ruang melalui kebijakan pemerintah belum otomatis membuat perempuan berpartisipasi. Perempuan perlu memiliki kesadaran bahwa dirinya mempunyai kemampuan, suara dan hak yang sama untuk terlibat dalam kehidupan sosial.

“Secara sederhana, ini adalah strategi untuk memastikan perspektif gender menjadi bagian dari seluruh proses pembangunan, mulai dari perencanaannya, pelaksanaannya hingga evaluasi kebijakan itu,” ujarnya.

Ia menekankan, kepercayaan diri menjadi bagian penting agar perempuan tidak sekadar hadir dalam ruang publik, tetapi mampu mengambil peran dan menjadi subjek dalam menentukan pilihan hidupnya.

Selain kepercayaan diri, konstruksi sosial yang diwariskan sejak lama juga dinilai masih menjadi hambatan. Pandangan mengenai peran perempuan yang hanya berkutat di ranah domestik dapat membatasi keberanian perempuan untuk berkembang.

“Ya, mungkin menjadi efektif sebagai ruang, sebagai pintu. Tetapi, apakah perempuan mampu, mau dan bisa menerima itu?” ucapnya.

Dewi mengatakan, kesetaraan bukanlah perlombaan untuk menentukan siapa yang lebih dominan. Laki-laki dan perempuan perlu sama-sama dipandang sebagai manusia yang memiliki pilihan, hak dan kesempatan untuk berkembang.

Ia juga menilai komunikasi serta pembagian peran dalam keluarga penting dilakukan bersama. Dengan demikian, perempuan dapat menjalankan peran di keluarga maupun ruang publik tanpa harus kehilangan kesempatan untuk berkembang.

Melalui pengarusutamaan gender, perempuan diharapkan semakin percaya diri mengisi ruang partisipasi yang telah tersedia, sementara lingkungan keluarga, masyarakat dan pemerintah terus memberikan dukungan.

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....