Nasi Yasa, Hidangan Tradisional Bali Sebagai Simbol Rasa Syukur
- 29 Sep 2026 09:19 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Nasi Yasa adalah hidangan nasi kuning tradisional khas Bali yang memiliki makna penting sebagai simbol rasa syukur dan sarana upacara keagamaan umat Hindu.
- Makanan ini biasanya dihidangkan pada acara-acara keagamaan penting seperti Hari Raya Saraswati, Pagerwesi, dan setelah melaksanakan upacara Yadnya (persembahan suci) di pura atau rumah.
- Nasi Yasa memiliki keunikan tersendiri dalam hal rasa, isi, dan wadahnya yang mencerminkan tradisi dan nilai-nilai budaya masyarakat Bali yang dalam.
RRI.CO.ID, Singaraja - Nasi Yasa adalah hidangan nasi (kuning atau putih) tradisional khas Bali yang disajikan khusus sebagai simbol rasa syukur dan sarana upacara keagamaan umat Hindu. Nasi Yasa (atau sering disebut Nasi Yase) merupakan sajian suci yang sangat lekat dengan kehidupan adat dan budaya masyarakat Bali.
Makanan ini biasanya dihidangkan saat Hari Raya Saraswati, Pagerwesi, atau setelah selesai melaksanakan kegiatan upacara Yadnya (persembahan suci) di pura maupun di rumah. Sajian ini memiliki keunikan tersendiri, baik dari segi rasa, isi, maupun wadahnya sebagai berikut:
• Nasi Kuning Berempah: Beras dimasak dengan tambahan kunyit, santan, daun salam, dan serai sehingga menghasilkan warna kuning cerah serta aroma yang harum.
• Lauk-pauk Tradisional: Dilengkapi dengan irisan atau suwiran daging ayam, telur rebus, serta tambahan lauk sederhana seperti ikan teri, udang, atau belut goreng.
• Lalapan Mentah: Berbeda dengan nasi kuning biasa, Nasi Yasa wajib menyertakan sayuran atau lalapan mentah seperti terong bulat hijau, mentimun, kacang panjang, kecicang, hingga pare.
• Wadah Janur: Nasi dan seluruh lauknya ditata di atas wadah tradisional yang terbuat dari rangkaian janur melingkar, menambah nilai kesucian sajian ini.
Warna kuning pada nasi melambangkan kemakmuran, kebahagiaan, dan anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa). Penyajian Nasi Yasa adalah bentuk ungkapan terima kasih atas kesejahteraan, kesehatan, dan keselamatan yang telah diberikan. Selain itu, hidangan ini juga kerap diberikan kepada warga atau kerabat yang ngayah (bergotong royong membantu persiapan upacara) sebagai wujud kebersamaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....