Sampah Bernilai Ekonomi, Bank Sampah Dorong Kebiasaan Menabung
- 18 Sep 2026 15:27 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Bank sampah berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah sekaligus sarana menabung bagi masyarakat dengan memberikan nilai jual pada sampah.
- Sampah yang memiliki nilai ekonomi dikumpulkan, ditimbang, dan dihargai sesuai jenisnya untuk mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah.
- Founder Galang Panji, Gede Ganesha, menyatakan bahwa kesadaran masyarakat akan nilai ekonomi sampah dapat menjadi daya tarik kuat untuk mengubah perilaku pemilahan sampah.
RRI.CO.ID, Singaraja - Bank sampah tidak hanya menjadi tempat pengumpulan sampah, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana menabung bagi masyarakat. Sampah yang memiliki nilai jual dikumpulkan dan disetorkan untuk kemudian ditimbang serta dihargai sesuai jenisnya.
Founder Galang Panji, Gede Ganesha, mengatakan konsep tersebut dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk mulai memilah sampah. Menurutnya, masyarakat akan lebih terdorong apabila mengetahui bahwa sampah yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi.
“Ketika kita sadar kendala di masyarakat kita adalah sulitnya memilah, maka bank sampah bisa jadi salah satu solusi alternatif. Karena ketika masyarakat tahu bahwa beberapa jenis sampah yang mereka hasilkan punya nilai ekonomi, mereka otomatis punya daya tarik untuk melakukan proses pemilahan,” ujarnya, Sabtu, 5 September 2026.
Ganesha menjelaskan, mekanisme bank sampah dilakukan dengan cara masyarakat mengumpulkan sampah yang memiliki nilai ekonomi, kemudian menyetorkannya untuk ditimbang. Hasil penimbangan akan dihitung berdasarkan jenis dan harga sampah, lalu dicatat sebagai tabungan.
Ia mencontohkan, sampah plastik di tempatnya dapat dihargai sekitar dua ribu rupiah per kilogram. Tabungan tersebut dapat dikumpulkan secara berkala dan ditarik sesuai kebutuhan masyarakat.
“Jadi ketika masyarakat menyetorkan sampahnya, itu akan ditimbang, kemudian dihargai sesuai dengan jenis dan harga sampahnya. Kemudian nanti dikonversi menjadi uang dan itu bisa ditabung. Jadi kapan pun masyarakat membutuhkan, bisa ditarik,” kata Ganesha.
Menurutnya, tidak semua jenis sampah memiliki nilai ekonomi yang sama. Beberapa jenis sampah seperti plastik, kertas, kardus, dan material tertentu masih dapat dimanfaatkan, sementara sampah yang sulit didaur ulang memerlukan penanganan berbeda.
Keberadaan bank sampah di lingkungan banjar maupun desa dinilai penting agar masyarakat memiliki akses pengelolaan sampah yang lebih dekat. Dengan demikian, kegiatan memilah sampah dapat menjadi kebiasaan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi rumah tangga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....