Potensi Pertanian dan Budaya Tajun Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa Wisata
- 03 Sep 2026 20:13 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Desa Tajun memiliki tiga potensi utama yaitu pertanian, sumber daya manusia, serta adat dan budaya yang dapat dikembangkan sebagai desa wisata.
- Bendesa Adat Tajun menyatakan sektor pertanian dalam arti luas menjadi potensi utama desa dengan berbagai hasil perkebunan masyarakat yang dapat dikembangkan.
- Hasil perkebunan masyarakat Desa Tajun dapat dikemas dan diintegrasikan menjadi bagian dari aktivitas wisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
RRI.CO.ID, Singaraja - Potensi pertanian, sumber daya manusia, serta adat dan budaya Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik desa wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Bendesa Adat Tajun, I Made Sumarka, mengatakan Desa Tajun memiliki potensi utama di sektor pertanian dalam arti luas. Berbagai hasil perkebunan masyarakat dapat dikembangkan dan dikemas menjadi bagian dari aktivitas wisata.
Selain pertanian, sumber daya manusia serta adat dan budaya yang berkembang di Desa Tajun juga menjadi modal penting dalam membangun desa wisata yang berkelanjutan.
“Kalau dikembangkan untuk pengembangan wisata atau desa yang berkelanjutan dan berkeseimbangan, itu bisa kita ke depan kita kembangkan,” katanya dalam Talkshow RRI Singaraja, Senin, 31 Agustus 2026.

Plt. Kabid Sumberdaya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kadek Mila Pradnyani, mengatakan setiap desa memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda. Karena itu, pengembangan desa wisata perlu disesuaikan dengan kekuatan masing-masing wilayah.
Menurutnya, potensi alam, budaya, maupun hasil pertanian dapat dikemas menjadi daya tarik wisata tanpa menghilangkan nilai yang telah berkembang di masyarakat.
Mila menambahkan, desa wisata pada dasarnya menjadi salah satu cara untuk memberdayakan masyarakat. Keterlibatan warga dapat dilakukan dalam berbagai sektor, mulai dari penyediaan jasa wisata, pengolahan makanan lokal, kerajinan, hingga pemanfaatan rumah warga sebagai akomodasi.
“Setiap usaha pengembangan pariwisata itu kami harapkan dengan adanya pengembangan konsep desa wisata ini, masyarakat itu dapat berkecimpung di dalamnya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Perbekel Desa Tajun, I Gede Agustawan, yang menilai potensi hasil perkebunan masyarakat dapat menjadi produk bernilai ekonomi. Hasil kebun seperti durian, alpukat, dan berbagai produk lainnya dinilai berpeluang dikemas sebagai produk lokal yang dapat ditawarkan kepada wisatawan.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya menjadi pemasok hasil pertanian, tetapi perlu mendapat ruang untuk mengembangkan produk dan memasarkannya langsung dalam ekosistem desa wisata.
Dengan demikian, wisatawan yang datang ke Tajun tidak hanya memperoleh pengalaman menikmati potensi alam dan budaya, tetapi juga dapat membawa pulang produk lokal sebagai bagian dari pengalaman wisata.
Pengembangan tersebut diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat desa sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam mewujudkan Tajun sebagai desa wisata yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....