Perca Batik Membawa Cerita dari Setiap Daerah

  • 13 Sep 2026 11:48 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Potongan kain batik dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk fashion berkualitas dengan mempertahankan cerita budaya daerah asalnya.
  • Perpaduan berbagai motif dan warna dari perca batik menghasilkan produk yang unik dan memiliki karakter berbeda.
  • Risma Ayu Damayanti, pendiri Wastra Upcycle, menjelaskan bahwa pengolahan perca batik memberikan ruang eksplorasi beragam motif dalam satu produk fashion.

RRI.CO.ID, Singaraja - Potongan kain batik tidak hanya dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk fashion, tetapi juga membawa cerita mengenai daerah asal motifnya. Perpaduan berbagai motif dan warna dari kain perca justru dapat menghasilkan produk yang memiliki karakter berbeda sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dari berbagai daerah.

Pendiri Wastra Upcycle, Risma Ayu Damayanti, saat berdialog di Pro 1 RRI Singaraja, Sabtu, 12 September 2026, mengatakan pengolahan perca batik memberikan ruang untuk mengeksplorasi beragam motif dalam satu produk. Menurutnya, perbedaan karakter setiap motif dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan produk yang unik.

“Jadi kita bisa mengeksplorasi berbagai motif itu jadi satu dan juga warnanya juga macam-macam kan, kita bisa kombinasikan jadi satu. Karena setiap motif memiliki karakter yang berbeda ketika dipadupadankan, ini bisa menghasilkan produk yang unik dan tidak monoton,” ujar Risma.

Ia menambahkan, nilai produk tidak hanya terletak pada material yang digunakan, tetapi juga cerita yang dibawa melalui motif batik tersebut. Pendekatan ini sekaligus menjadi salah satu cara membuat warisan budaya lebih dekat dengan generasi muda.

“Jadi bukan hanya punya nilai dari kainnya, tetapi kita punya nilai cerita dari daerah asal motif tersebut,” kata Risma.

Sementara itu, COO Wastra Upcycle, Natty Novia Ramadhani, menjelaskan setiap potongan kain yang diterima tidak langsung digunakan, melainkan diseleksi berdasarkan kondisi serta keserasian warnanya. Potongan tersebut kemudian dipetakan untuk menghasilkan kombinasi motif yang berbeda pada setiap produk.

“Untuk menyeleksi itu kami melihat dari kondisi kainnya dan keserasian warna kain batiknya. Jadi setiap rompi yang tercipta itu dipetakan terlebih dahulu polanya akan seperti apa, biar nanti rompi yang dihasilkan memiliki nilai yang unik dan punya kombinasi motif yang eksklusif.” ujar Natty.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....