Wastra Upcycle Bangun Rantai Pasok dari Perca Batik

  • 13 Sep 2026 11:40 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Wastra Upcycle mengembangkan produk fashion dari perca batik dengan membangun sistem operasional dan rantai pasok yang terorganisir.
  • Perusahaan menjalin kemitraan langsung dengan penjahit lokal untuk memastikan ketersediaan bahan baku berupa potongan kain perca batik berkualitas.
  • Pengolahan perca batik menjadi produk fashion memerlukan kombinasi kreativitas dalam desain dan efisiensi dalam manajemen operasional untuk kesuksesan bisnis.

RRI.CO.ID, Singaraja - Pengolahan perca batik menjadi produk fashion tidak hanya membutuhkan kreativitas, tetapi juga sistem operasional dan rantai pasok yang terorganisir. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Wastra Upcycle dalam mengembangkan produk berbasis kain sisa.

Chief Operating Officer Wastra Upcycle, Natty Novia Ramadhani, dalam Dialog Green Radio Pro 1 RRI Singaraja, Sabtu, 12 September 2026, mengatakan tim membangun kemitraan langsung dengan penjahit lokal untuk mendapatkan bahan baku berupa potongan kain perca batik.

“Untuk bahan baku tim Wastra Upcycle itu menjalin kemitraan langsung dengan penjahit lokal yang ada di Sidoarjo dan Lamongan karena produksi dari tim Wastra Upcycle ada di dua wilayah tersebut,” kata Natty.

Perca yang diperoleh kemudian diseleksi berdasarkan kondisi kain dan keserasian warna maupun motif. Potongan-potongan tersebut selanjutnya dipetakan agar dapat menghasilkan kombinasi yang sesuai dengan pola produk.

“Kami melihat dari kondisi kainnya dan keserasian warna kain batiknya. Jadi setiap rompi yang tercipta itu dipetakan terlebih dahulu polanya akan seperti apa,” ujar Netty.

Dalam proses produksinya, perca batik dipotong menjadi bagian-bagian berukuran sekitar 12 x 12 sentimeter, kemudian dijahit dan disesuaikan dengan pola rompi yang telah dibuat. Proses tersebut membutuhkan ketelitian lebih tinggi dibandingkan penggunaan kain baru.

Natty menyebut tantangan terbesar dalam pengolahan kain perca berada pada konsistensi dan standarisasi. Potongan kain yang memiliki ukuran, motif, dan kondisi berbeda membuat proses produksi membutuhkan waktu serta ketelitian lebih panjang.

Selain produksi, Wastra Upcycle juga memiliki program tukar kain bagi masyarakat yang memiliki pakaian lama atau perca yang masih layak diolah. Kain yang memenuhi kriteria dapat dikirimkan dan nantinya memberikan insentif berupa diskon produk.

Melalui sistem tersebut, Wastra Upcycle tidak hanya mengolah limbah tekstil, tetapi juga membangun rantai pasok yang melibatkan masyarakat dan penjahit lokal dalam menciptakan produk baru yang memiliki nilai tambah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....