BPBD Buleleng Pastikan Penanggulangan Bencana Inklusif

  • 12 Sep 2026 12:12 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • BPBD Kabupaten Buleleng mengutamakan perlindungan kelompok rentan dan penyandang disabilitas dalam setiap upaya penanggulangan bencana.
  • Penanganan bencana di Buleleng dilaksanakan melalui tiga tahapan strategis: prabencana, kedaruratan, dan pascabencana.
  • Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Buleleng, I Gede Dharma Sudana, menekankan bahwa seluruh masyarakat harus menjadi bagian aktif dalam proses penanganan bencana.

RRI.CO.ID, Singaraja - Penanggulangan bencana di Kabupaten Buleleng, Bali, terus diarahkan agar mampu memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Dharma Sudana, mengatakan penanganan bencana dilakukan melalui tahapan prabencana, kedaruratan, hingga pascabencana. Pada setiap tahapan, BPBD Buleleng berupaya memastikan seluruh masyarakat menjadi bagian dari penanganan.

Menurutnya, kelompok disabilitas juga menjadi perhatian dalam proses penanggulangan bencana. BPBD Buleleng melakukan pendataan terhadap warga dengan kondisi disabilitas di wilayah terdampak, sekaligus mulai membangun kolaborasi dengan organisasi penyandang disabilitas.

“Seluruh warga masyarakat yang terdampak dan mungkin bisa menjadi korban menjadi fokus kami. Itu yang menjadi pandangan kerja kami,” ujar Dharma dalam Dialog Kentongan Pro 1 RRI Singaraja.

Ia menjelaskan, BPBD Buleleng juga tengah mendorong pembentukan unit layanan disabilitas melalui komunikasi dan diskusi bersama organisasi penyandang disabilitas. Langkah tersebut diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan serta kendala yang dihadapi penyandang disabilitas dalam situasi kebencanaan.

Selain melibatkan masyarakat, penanganan bencana juga dilakukan secara kolaboratif bersama berbagai pemangku kepentingan, di antaranya TNI, Polri, Damkar, PMI, Dinas Lingkungan Hidup, serta unsur masyarakat.

Kolaborasi tersebut dinilai penting mengingat bencana dapat terjadi sewaktu-waktu dan membutuhkan respons cepat di lapangan.

BPBD Buleleng juga terus melakukan sosialisasi kesiapsiagaan bencana kepada desa, sekolah, hingga unsur perlindungan masyarakat. Upaya ini menjadi bagian dari langkah mitigasi untuk mengurangi risiko dan dampak ketika bencana terjadi.

Melalui pendekatan yang inklusif dan kolaboratif, BPBD Buleleng berupaya memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam upaya perlindungan dan penanganan bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....