Pangan Lokal Buleleng Berpotensi Jadi Produk Bernilai Ekonomi
- 08 Agt 2026 22:53 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Pangan lokal Buleleng memiliki potensi ekonomi besar yang dapat dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi produk.
- Buleleng memiliki beragam sumber pangan lokal mencakup sorgum, jagung, talas, singkong, ubi jalar, pisang, labu, sukun, kacang-kacangan, dan hasil perikanan.
- Pengembangan pangan lokal dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat Buleleng dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
RRI.CO.ID, Singaraja: Pangan lokal Buleleng tidak hanya menjadi bagian dari warisan kuliner, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi.
Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda, Luh Pastiniasih, mengatakan Buleleng memiliki beragam sumber pangan lokal, mulai dari sorgum, jagung, talas, singkong, ubi jalar, pisang, labu, sukun, hingga berbagai jenis kacang-kacangan dan hasil perikanan.
Menurutnya, pengolahan pangan lokal menjadi produk bernilai tambah dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Salah satunya melalui pengolahan talas menjadi tepung.
“Kalau kita bisa olah itu menjadi tepung, kemarin kita juga ajarkan beberapa kelompok mengolah menjadi tepung. Kita bisa jual di harga Rp55.000 per kilo tepungnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sekitar lima kilogram talas segar dapat diolah menjadi satu kilogram tepung. Dengan demikian, pengolahan tersebut memberikan peningkatan nilai jual dibandingkan menjual talas dalam bentuk segar.
Selain memiliki nilai ekonomi, tepung berbahan pangan lokal juga berpeluang menyasar pasar yang membutuhkan produk bebas gluten. Karena itu, penguatan hilirisasi pangan lokal dinilai dapat sekaligus memperluas pasar produk masyarakat.
Luh Pastini menambahkan, tantangan yang masih dihadapi adalah mempertemukan petani dengan pasar. Pemerintah daerah berupaya menjembatani kebutuhan tersebut agar petani memiliki kepastian pasar ketika mengembangkan komoditas pangan lokal.
Pengembangan pangan lokal juga dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras sekaligus mendorong pola konsumsi yang lebih beragam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....