SLB Negeri 1 Buleleng Gratis, Sediakan Asrama dan Pendidikan Keterampilan

  • 27 Agt 2026 19:01 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • SLB Negeri 1 Buleleng menegaskan bahwa layanan pendidikan bagi peserta didik disabilitas tidak dipungut biaya sama sekali dari jenjang SD hingga SMA.
  • Kepala sekolah Drs. Made Winarsa menyampaikan bahwa sekolah yang berada di bawah Pemerintah Provinsi Bali menyediakan asrama gratis bagi peserta didik yang berdomisili jauh dari sekolah.
  • Anggapan bahwa bersekolah di Sekolah Luar Biasa membutuhkan biaya mahal masih menjadi hambatan yang membuat sebagian orang tua terlambat menyekolahkan anaknya yang berkebutuhan khusus.

RRI.CO.ID, Singaraja – Anggapan bahwa bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) membutuhkan biaya mahal masih menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian orang tua terlambat menyekolahkan anaknya. SLB Negeri 1 Buleleng menegaskan, layanan pendidikan bagi peserta didik disabilitas tidak dipungut biaya.

Kepala SLB Negeri 1 Buleleng, Drs. Made Winarsa, menyampaikan pendidikan mulai jenjang SD hingga SMA diberikan secara gratis. Bahkan, sekolah yang berada di bawah Pemerintah Provinsi Bali tersebut menyediakan asrama bagi peserta didik yang berdomisili jauh dari sekolah.

“Tidak bayar sama sekali. Jadi dari tingkatan SD sampai SMP, SMA itu tidak bayar sama sekali,” ujarnya.

Asrama tersebut juga dilengkapi dengan makanan tiga kali sehari tanpa biaya. Namun, peserta didik yang tinggal di asrama harus memiliki kemampuan dasar untuk mandiri, seperti mengenakan pakaian, mencuci, dan makan sendiri.

Selain akademik, pendidikan di SLB juga diarahkan untuk membekali siswa dengan keterampilan atau kemampuan vokasional. Porsi pembelajaran keterampilan bahkan lebih besar pada jenjang tertentu agar peserta didik memiliki bekal untuk hidup mandiri setelah menyelesaikan pendidikan.

“Karena arahnya bagaimana supaya setelah anak itu tamat, bisa mandiri, bisa bekerja,” ucapnya.

Di Singaraja terdapat dua SLB negeri, yakni SLB Negeri 1 Buleleng di Jalan Yudhistira Nomor 16 dan SLB Negeri 2 Buleleng di kawasan Banyuasri. Keduanya menerima peserta didik tanpa diskriminasi dan berupaya memberikan layanan sesuai kebutuhan masing-masing.

Sekolah juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi merasa malu atau khawatir menyekolahkan anak dengan disabilitas. Menurutnya, semakin dini anak mendapatkan pendidikan dan pendampingan yang sesuai, semakin besar peluang mereka mengembangkan kemampuan dan kemandirian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....