Pendampingan Anak Jadi Fokus Pemuda Pelopor, Tekankan Pentingnya Proses Belajar
- 04 Agt 2026 07:22 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Pendampingan yang konsisten dinilai sebagai kunci utama dalam mengembangkan potensi anak menurut I Gede Yudi Antara, Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan Tahun 2024.
- Taman Belajar Hospital Laksmi di Kecamatan Seririt telah beroperasi sejak masa pandemi COVID-19 dan tidak hanya mengajarkan akademik tetapi juga membangun percaya diri dan karakter anak.
- Program pendampingan ini mencakup aktivitas edukatif yang komprehensif untuk mengembangkan kemampuan membaca, menulis, berhitung, serta soft skills anak-anak.
RRI.CO.ID, Singaraja – Pendampingan yang konsisten dinilai menjadi kunci utama dalam mengembangkan potensi anak. Hal tersebut disampaikan Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan Tahun 2024, I Gede Yudi Antara, yang selama beberapa tahun terakhir aktif mendampingi anak-anak melalui Taman Belajar Hospital Laksmi di Kecamatan Seririt.
Program yang dirintis sejak masa pandemi COVID-19 itu tidak hanya mengajarkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga membangun rasa percaya diri serta karakter anak melalui berbagai aktivitas edukatif.
Dalam proses pembelajaran, Yudi memilih menggunakan metode yang menyenangkan, seperti permainan edukatif, storytelling, hingga pembelajaran berbasis pengalaman agar anak tidak merasa tertekan saat belajar.
Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang berbeda sehingga tugas pendidik bukan mempercepat hasil, melainkan mendampingi proses perkembangan mereka.
"Tugas kita bukan mempercepat anak-anak untuk bisa, tetapi mendampingi mereka berproses. Yang paling penting bukan output, tetapi proses yang mereka lalui," katanya.
Ia mengaku telah menyaksikan banyak peserta didiknya berkembang, termasuk anak yang semula pendiam hingga akhirnya berhasil meraih prestasi pada kompetisi tingkat nasional setelah mendapatkan pendampingan secara intensif.
Bagi Yudi, keberhasilan bukan semata-mata soal meraih juara. Pengalaman mengikuti kompetisi justru menjadi sarana belajar untuk memperbaiki diri.
"Dalam kompetisi hanya ada dua hal, yaitu belajar dan berhasil. Ketika belum berhasil, berarti ada proses belajar yang harus dievaluasi agar bisa menjadi lebih baik," ucapnya.
Melalui pengalaman tersebut, Yudi mengajak para pemuda agar tidak ragu memulai kontribusi dari lingkungan terdekat. Menurutnya, potensi yang dimiliki akan lebih bermakna apabila mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....