BPBD Buleleng Ajak Anak Muda Lawan Hoaks dan Berinovasi dalam Mitigasi Bencana

  • 02 Agt 2026 19:43 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Teknologi digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berperan aktif dalam mitigasi bencana melalui inovasi dan penyebaran informasi yang akurat.
  • Media sosial dapat menjadi sarana edukasi kebencanaan yang efektif jika dimanfaatkan dengan tepat dan disertai dengan verifikasi informasi yang ketat.
  • Verifikasi informasi sebelum membagikan di media sosial merupakan langkah penting untuk mencegah kepanikan masyarakat dan menjaga kredibilitas informasi kebencanaan.

RRI.CO.ID, Singaraja – Perkembangan teknologi digital dinilai membuka peluang besar bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam upaya mitigasi bencana. Selain menjadi penyebar informasi yang benar, anak muda juga diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang mendukung penanggulangan bencana secara lebih cepat dan efektif.

Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Mahendra, mengatakan media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sekaligus mempercepat penyebaran informasi kebencanaan. Namun, ia mengingatkan pentingnya melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi agar tidak memicu kepanikan masyarakat.

"Kami berharap generasi muda ikut memfilter informasi yang beredar di media sosial sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar. Jangan semua informasi yang beredar langsung dipercaya tanpa proses verifikasi," katanya.

Ia mencontohkan, informasi yang tidak akurat saat terjadi bencana dapat memperburuk situasi dan menghambat penanganan di lapangan. Karena itu, kolaborasi masyarakat dengan BPBD maupun instansi terkait menjadi sangat penting.

Selain melawan hoaks, Mahendra juga mendorong anak muda memanfaatkan kemampuan di bidang teknologi untuk menciptakan inovasi dalam mitigasi bencana, seperti sistem informasi, pemetaan, maupun penyebaran peringatan dini yang lebih efektif.

Menurutnya, langkah sederhana yang dapat dilakukan generasi muda adalah mengenali potensi ancaman bencana di lingkungan sekitar, memahami kerentanan masyarakat, kemudian aktif membangun komunikasi dengan aparat desa, relawan, maupun BPBD.

"Mari jadikan kesiapsiagaan sebagai bagian dari gaya hidup. Bencana memang tidak bisa dicegah sepenuhnya, tetapi risikonya dapat dikurangi melalui pengetahuan, komunikasi, latihan, dan kepedulian bersama," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....