PMI dan BPBD Buleleng Perkuat Kolaborasi Hadapi Kemarau Panjang
- 28 Jul 2026 20:03 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- PMI Kabupaten Buleleng dan BPBD memperkuat kolaborasi penyaluran air bersih untuk mengantisipasi kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga November 2024.
- Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD memprediksi musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dari biasanya, dengan wilayah Buleleng barat, timur, dan beberapa desa di wilayah tengah mulai mengalami penurunan debit air.
- Distribusi air bersih dilakukan berdasarkan laporan pemerintah desa yang diverifikasi melalui asesmen lapangan sebelum bantuan dikirim bersama PMI dan instansi terkait.
RRI.CO.ID, Singaraja - Menghadapi ancaman kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga November, PMI Kabupaten Buleleng bersama BPBD memperkuat kolaborasi penyaluran air bersih, pemetaan wilayah rawan kekeringan, serta edukasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi krisis air bersih.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Dharma Sudana, memprediksi musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dibanding biasanya. Sejumlah wilayah di Buleleng barat, timur, hingga beberapa desa di wilayah tengah mulai mengalami penurunan debit air sehingga membutuhkan distribusi air bersih. Penyaluran dilakukan berdasarkan laporan pemerintah desa yang kemudian diverifikasi melalui asesmen lapangan sebelum bantuan dikirim bersama PMI dan instansi terkait.
Kepala Markas PMI Kabupaten Buleleng, Made Pasek Yasa, memastikan distribusi air bersih terus dilakukan dengan dukungan armada tangki, relawan, serta koordinasi bersama PMI Provinsi Bali dan PMI Pusat. Selain mengupayakan dukungan pendanaan, PMI juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan pelayanan selama musim kemarau.
"Jadi kami dari PMI sesuai amanat undang-undang adalah mitra pemerintah. Dalam penanganan bencana kami selalu berkoordinasi dan berkolaborasi dengan BPBD. Kami juga sudah berkoordinasi dengan PMI Provinsi Bali dan PMI Pusat agar pelayanan air bersih selama musim kemarau tetap berjalan," ujar Made Pasek Yasa.
Selain memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, PMI dan BPBD juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan warga melalui penghematan penggunaan air serta upaya penghijauan di wilayah rawan kekeringan. I Gede Dharma Sudana mengatakan, penanganan kekeringan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar dampaknya dapat diminimalkan.
"Terkait dengan kolaborasi, kami sudah sejak lama bekerja sama dengan PMI dalam penanganan bencana. Ke depan, masyarakat juga perlu melakukan penghijauan di wilayah rawan kekeringan agar kondisi tanah tetap terjaga dan dampak kekeringan bisa berkurang," ucap I Gede Dharma Sudana.
Kolaborasi lintas lembaga dan partisipasi masyarakat diharapkan mampu memperkuat mitigasi bencana sehingga pelayanan air bersih dapat berlangsung cepat, tepat, dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....