Penyuluh Agama Hindu Dorong Perempuan Terus Berkarya tanpa Melupakan Keluarga

  • 21 Jul 2026 12:15 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Perempuan didorong untuk terus mengembangkan pendidikan dan karier sebagai bentuk investasi masa depan yang berkelanjutan.
  • Keseimbangan antara pengembangan karier dan tanggung jawab keluarga menjadi kunci kesuksesan perempuan pekerja dalam masyarakat.
  • Dialog Interaktif Pro 1 RRI Singaraja menjadi wadah penyampaian pesan penting tentang pemberdayaan perempuan oleh Penyuluh Agama Hindu Nyoman Sri Handyani.

RRI.CO.ID, Singaraja - Perempuan didorong untuk terus mengembangkan pendidikan dan karier sebagai bentuk investasi masa depan, namun tetap menjaga keseimbangan dengan tanggung jawab dalam keluarga.

Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Hindu, Nyoman Sri Handyani, dalam Dialog Interaktif Pro 1 RRI Singaraja bertajuk Keseimbangan Karier dan Kehidupan Keluarga bagi Perempuan Pekerja, Seni, 20 Juli 2026.

Menurut Sri, pendidikan dan karier merupakan bekal yang akan terus dimiliki perempuan sepanjang hidup. Karena itu, perempuan tidak perlu takut untuk berkembang selama tetap memahami peran dan tanggung jawabnya dalam keluarga.

"Yang tidak pernah mengkhianati perempuan adalah pendidikan dan karier. Pengetahuan, nilai diri, dan kemampuan yang kita miliki akan menjadi bekal sepanjang hidup," ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar perempuan tidak terlena oleh kesibukan bekerja hingga mengabaikan keluarga. Begitu pula sebaliknya, perempuan tetap perlu menjaga profesionalisme ketika telah memilih untuk bekerja.

Dalam sesi dialog, Nyoman juga menyoroti pentingnya dukungan keluarga ketika pasangan sama-sama bekerja, termasuk dalam mengasuh anak. Menurutnya, keputusan menggunakan pengasuh anak ataupun bantuan keluarga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing rumah tangga melalui komunikasi yang baik.

Menutup dialog, ia mengajak seluruh perempuan untuk tetap percaya diri dalam berkarya tanpa melupakan nilai-nilai keluarga.

"Tetap semangat, tetap berkarya tanpa harus mengorbankan keluarga. Jadilah perempuan yang mampu menjadi penerang bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar," kata Sri Handyani mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....