Wajah Plastik Jadi Bukti Aksi Nyata Kurangi Sampah Plastik
- 12 Jun 2026 22:41 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Persoalan sampah plastik masih menjadi tantangan lingkungan yang memerlukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Founder Wajah Plastik, Made Oplas, mengajak masyarakat untuk tidak hanya berbicara soal permasalahan sampah, tetapi juga menghadirkan solusi dan aksi nyata.
Made Oplas menjelaskan bahwa melalui Wajah Plastik yang dirintis sejak tahun 2018, ia mengubah sampah plastik kemasan yang selama ini dianggap tidak bernilai menjadi karya seni kreatif berupa lukisan wajah, patung, topeng hingga maskot tiga dimensi.
"Kalau dulu mungkin masih di tahap edukasi, tetapi sekarang menurut saya sudah waktunya aksi. Jangan hanya menyuarakan masalah sampah, tetapi juga harus mencarikan solusi dan beraksi," kata Made Oplas.
Menurutnya, kritik terhadap persoalan lingkungan perlu diimbangi dengan tindakan nyata. Ia menilai masyarakat harus mulai berperan aktif dalam mencari solusi atas permasalahan sampah yang terjadi di sekitar mereka.
Melalui berbagai pelatihan dan workshop, Made Oplas terus mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan sampah plastik kemasan yang selama ini tergolong sampah residu. Selama delapan tahun terakhir, lebih dari 300 sekolah, desa, instansi, hingga hotel di Bali maupun luar daerah telah menerima pelatihan pengolahan sampah dari Wajah Plastik.
Ia menjelaskan bahwa sampah plastik kemasan dipilih karena jenis sampah ini memiliki nilai ekonomi rendah dan belum banyak solusi pengelolaannya. Dengan sentuhan kreativitas, sampah tersebut dapat menjadi karya seni yang memiliki nilai tambah sekaligus sarana edukasi lingkungan.
Menurut Made, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya diukur dari jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga dari seberapa besar dampak yang diberikan untuk menginspirasi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.
"Bukan seberapa banyak sampah yang saya selamatkan, tetapi seberapa besar karya ini bisa menginspirasi orang lain untuk peduli terhadap lingkungan," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....