Cerita Bangga Pemain Barongsai Meriahkan Pesta Kesenian Bali 2026

  • 06 Jul 2026 16:03 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Menjadi pemain barongsai bukanlah tugas yang mudah. Selain membutuhkan kekuatan fisik dan stamina yang prima untuk bermanuver, ada nilai filosofis yang mendalam.

Bagi para seniman yang mendedikasikan diri, berdiri di panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) memberikan kebanggaan tersendiri. Hal itu dikatakan Sandi, salah satu pemain Barongsai di PKB.

Sandi yang berasal dari Grup Barongsai Wong Tian Long mengungkapkan rasa bangga karena bisa tampil di PKB. Pria asal Jakarta itu juga menyebut merasa bahagia hadir di event bergengsi tahunan tersebut.

"Senang, dipercaya Dinas Kebudayaan Bali buat ngisi acara," ucapnya bersemangat saat ditemui RRI disela-sela gladi pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Dia menyebut hadirnya grup Barongsai yang terdiri dari 15 anggota itu merupakan selebrasi 2 budaya dan negara yang berbeda. Dengan bermodal latihan sejak sebulan lalu, dia dan tim lain menampilkan Barongsai dan Liong.

Sebagai pengalaman pertama hadir di PKB dia menyebut gelaran PKB merupakan kegiatan yang sangat baik. Dia bahkan mengaku terkesan.

"Bagus dong, banyak Kesenian yang tadinya kita gak tahu jadi tahu," ujarnya.

Penampilan memukau barongsai dalam perhelatan Pesta Kesenian Bali menjadi simbol kuatnya toleransi dan akulturasi budaya di Pulau Dewata. Bagi para pemain, membawakan tarian tradisional Tionghoa di panggung seni bergengsi ini adalah wujud kebanggaan dan dedikasi dalam merawat keberagaman Nusantara.

Hiruk-pikuk suara tabuhan tambur dan gemerincing simbal bersahutan dengan meriah di Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center). Di tengah sorak-sorai ribuan pasang mata, sesosok 'singa' dengan lincahnya melompati rintangan dan berjingkrak menyapa penonton. Di balik kostum megah nan berat tersebut, terdapat napas dan semangat pantang menyerah dari para pemain barongsai lokal.

Membawa kesenian barongsai ke tengah panggung seni dan budaya Bali adalah sebuah kehormatan besar. Ini membuktikan bahwa kebudayaan kita bisa hidup berdampingan, saling melengkapi, dan diterima oleh seluruh masyarakat.

Bagi masyarakat Bali, pertunjukan barongsai bukanlah hal yang asing. Kesenian yang identik dengan simbol keberuntungan dan penolak bala ini telah lama menjadi bagian dari akulturasi budaya Tionghoa dan Hindu Bali. Bahkan dalam beberapa tradisi dan upacara, barongsai kerap tampil berdampingan dengan tarian sakral seperti Barong Ket dan Barong Landung.

Pesta Kesenian Bali ke-48 (PKB XLVIII) kembali menjadi saksi bagaimana kesenian akulturasi ini masuk dalam program Bali World Culture Celebration. Kehadiran mereka di Art Center seolah menegaskan komitmen Bali sebagai rumah bagi keberagaman.

Pentas barongsai di perhelatan akbar ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga toleransi dan melestarikan warisan budaya. Semangat para pemain barongsai menjadi bukti bahwa seni adalah bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai perbedaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....