Gempa M7,7 Guncang Laut Sulawesi, BNPB Imbau Warga Pesisir Ikuti Arahan Evakuasi

  • 08 Jun 2026 10:29 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara hingga Kalimantan Timur untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Laut Sulawesi, Senin 8 Juni 2026 pagi.

Gempa tektonik tersebut terjadi pada pukul 06.37 WIB dengan pusat gempa berada di barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 47 kilometer. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kemudian mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah pesisir di kawasan timur Indonesia.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan pemerintah daerah yang berada pada status “Siaga” diminta segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi menuju lokasi aman atau tempat yang lebih tinggi.

“BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan penuh, serta secara sadar dan teratur melakukan langkah antisipasi mandiri dengan bergerak menjauhi area pantai menuju titik kumpul aman sesuai tingkat ancaman di wilayah masing-masing,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin 8 Juni 2026.

Wilayah berstatus Siaga meliputi sejumlah daerah di Sulawesi Utara seperti Kepulauan Sangihe, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa, Kepulauan Minahasa, Minahasa Selatan hingga Bolaang Mongondow Utara. Selain itu, status serupa juga berlaku di wilayah Gorontalo bagian utara serta Kabupaten Buol dan Toli-Toli di Sulawesi Tengah.

Sementara itu, sejumlah wilayah lain berstatus Waspada, di antaranya Kepulauan Talaud, Kota Bitung, Halmahera, Donggala bagian utara, Kota Ternate, Kota Tidore, Kutai Timur, Bulungan dan Nunukan.

BNPB menyebut situasi di lapangan hingga kini masih terpantau aman dan terkendali. Berdasarkan laporan cepat BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud dan BPBD Kota Manado, guncangan gempa hanya dirasakan lemah selama dua hingga tiga detik tanpa laporan kerusakan signifikan.

Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, Basarnas serta relawan kebencanaan masih melakukan pemantauan intensif di wilayah pesisir guna mengantisipasi dampak lanjutan pascagempa.

Masyarakat diminta tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengikuti pembaruan resmi dari BMKG, BNPB, serta pemerintah daerah setempat. BNPB juga mengingatkan agar kelompok rentan seperti lansia, anak-anak dan penyandang disabilitas mendapat prioritas keselamatan dalam proses evakuasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....