Pemkab Buleleng Perkuat Identitas Singaraja sebagai Kota Pendidikan lewat BEE

  • 22 Mei 2026 07:50 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Pemkab Buleleng
  • Perkuat Identitas
  • Identitas Singaraja
  • Singaraja sebagai Kota Pendidikan
  • Kota Pendidikan
  • lewat BEE 2026

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng menegaskan komitmennya menjadikan Singaraja sebagai kota pendidikan melalui penguatan kualitas pendidikan, perbaikan sarana sekolah, hingga dukungan bagi siswa kurang mampu. Komitmen tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem pendidikan berkelanjutan di Bali Utara.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyampaikan pengembangan sektor pendidikan tidak cukup hanya melalui slogan, namun harus disertai langkah nyata yang menyentuh kebutuhan sekolah maupun peserta didik.

Menurutnya, konsep pengembangan pendidikan di Buleleng terinspirasi dari filosofi lebah yang dikenal sebagai pekerja keras dan mampu menghasilkan manfaat bagi kehidupan. Filosofi tersebut diharapkan menjadi semangat bersama dalam membangun kualitas pendidikan di Kabupaten Buleleng.

“Ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas sekaligus memperkuat identitas Singaraja sebagai pusat pendidikan di Bali Utara,” ujarnya.

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Buleleng akan menyiapkan kajian akademis serta regulasi yang matang. Dalam waktu dekat, pemerintah daerah juga berencana menggelar focus group discussion (FGD) bersama akademisi dan psikolog guna membahas arah pengembangan Singaraja sebagai kota pendidikan.

Bupati Sutjidra menjelaskan, konsep kota pendidikan yang ingin diwujudkan tidak hanya berfokus pada pendidikan tinggi, tetapi mencakup seluruh jenjang pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi.

Selain penguatan konsep dan kajian, Pemkab Buleleng juga memprioritaskan perbaikan infrastruktur pendidikan. Pada tahun 2026, sebanyak 80 sekolah di Buleleng mendapat program revitalisasi, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang menyasar 59 sekolah.

Revitalisasi tersebut difokuskan pada sekolah-sekolah dengan kondisi rusak berat agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman dan aman bagi siswa maupun tenaga pendidik.

“Ada sekolah yang bocor, tidak punya pintu, kalau hujan kehujanan dan kalau angin kedinginan. Itu yang kita prioritaskan untuk ditangani,” kata Sutjidra.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga melanjutkan program bantuan seragam gratis bagi siswa kurang mampu dan anak yatim piatu. Program itu dinilai penting untuk membantu meringankan beban keluarga sekaligus menekan angka putus sekolah di Kabupaten Buleleng.

Menurutnya, masih terdapat anak-anak yang enggan bersekolah karena keterbatasan perlengkapan seperti seragam, tas, maupun sepatu. Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan motivasi belajar siswa dapat meningkat.

“Dengan pemberian seragam ini mereka lebih bersemangat datang ke sekolah,” ucapnya.




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....