Program MBG Diperluas ke Lapas, 36 Dapur Ditargetkan Beroperasi Akhir Mei 2026

  • 09 Mei 2026 21:12 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • MBG
  • Makan Bergizi Gratis
  • dapur MBG
  • lapas
  • Ditjenpas
  • warga binaan
  • Badan Gizi Nasional
  • Lapas Sukamiskin
  • program pemerintah
  • pemasyarakatan

RRI.CO.ID, Singaraja — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperluas ke berbagai sektor, termasuk lingkungan lembaga pemasyarakatan (lapas). Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menargetkan sebanyak 36 dapur MBG mulai beroperasi di area lapas pada akhir Mei 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan program MBG secara nasional sekaligus membuka ruang pembinaan produktif bagi warga binaan. Dari total 70 titik lokasi yang telah disiapkan Ditjenpas, sebanyak 36 dapur telah mendapat persetujuan dan mulai dibangun pada tahun ini.

Dapur MBG tersebut dibangun di sejumlah wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Sulawesi, Kalimantan Selatan, hingga Bengkulu. Lokasinya ditempatkan baik di dalam area lapas maupun di luar lingkungan pemasyarakatan yang masih berada di bawah pengelolaan institusi terkait.

Salah satu dapur MBG yang telah lebih dahulu beroperasi berada di Lapas Sukamiskin, Bandung. Lokasi tersebut kini dijadikan proyek percontohan untuk penerapan dapur MBG berbasis pemberdayaan warga binaan.

Dalam pelaksanaannya, Badan Gizi Nasional (BGN) tetap membayar biaya sewa lahan yang nantinya masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Skema tersebut dinilai dapat memberikan tambahan kontribusi bagi negara sekaligus mendukung operasional program secara berkelanjutan.

Menariknya, warga binaan juga akan dilibatkan secara langsung dalam operasional dapur MBG. Dari total 46 pekerja di setiap dapur, sebanyak 20 orang berasal dari warga binaan yang telah lolos asesmen kesehatan dan kemampuan kerja. Sementara sisanya merupakan tenaga profesional yang bertugas mendampingi dan memastikan standar operasional berjalan baik.

Pelibatan warga binaan ini diharapkan tidak hanya membantu penyediaan makanan bergizi, tetapi juga menjadi sarana pelatihan keterampilan kerja dan pembinaan sosial sebelum mereka kembali ke masyarakat.

Pemerintah menilai kolaborasi antara program MBG dan lembaga pemasyarakatan dapat menjadi model pembinaan yang lebih produktif sekaligus mendukung perluasan layanan makan bergizi di berbagai daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....