Program MBG Dinilai Turut Menggerakkan Ekonomi Petani dan UMKM di Buleleng

  • 12 Jul 2026 19:50 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Kebutuhan bahan pangan untuk operasional SPPG menciptakan permintaan yang meningkat terhadap sayur, buah, telur, dan komoditas lokal lainnya.
  • Tantangan yang masih dihadapi mencakup kenaikan harga bahan pangan menjelang hari raya serta kesulitan distribusi ke wilayah dengan kondisi geografis yang sulit.
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buleleng berhasil meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani dan pelaku UMKM lokal.

RRI.CO.ID, Singaraja – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buleleng tidak hanya meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga mulai memberikan dampak positif bagi petani dan pelaku UMKM lokal.

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Buleleng, Rusdianto, mengatakan kebutuhan bahan pangan untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuka peluang bagi petani lokal sebagai pemasok sayur, buah, telur, dan komoditas lainnya.

"Dampaknya memang dirasakan oleh petani maupun UMKM. Permintaan bahan pangan meningkat sejak program ini berjalan, sehingga mereka ikut merasakan manfaatnya," ujar Rusdianto dalam Dialog Interaktif Hai Bali Ken-Ken RRI Singaraja pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Meski demikian, ia mengakui masih ada tantangan, terutama kenaikan harga bahan pangan menjelang hari raya serta distribusi makanan ke wilayah dengan kondisi geografis yang cukup sulit.

Rusdianto menegaskan seluruh masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan MBG semakin optimal. "Kami akan terus melakukan evaluasi agar program ini berjalan lebih baik dan manfaatnya dapat dirasakan oleh peserta didik maupun masyarakat," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....