NU Buleleng Libatkan 1.040 Warga dalam Simulasi Gempa dan Banjir Bandang di Seririt
- 25 Apr 2026 17:03 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- NU Buleleng
- Libatkan 1.040 Warga
- Simulasi Gempa
- Banjir Bandang
- Seririt
RRI.CO.ID, Singaraja — Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Buleleng melalui program Kanal akan melibatkan sebanyak 1.040 warga dalam simulasi kebencanaan yang dipusatkan di Kecamatan Seririt, Sabtu 26 April 2026.
Koordinator Program Kanal NU Buleleng, Abdul Karim Abraham, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana dan perubahan iklim.
Menurutnya, Kecamatan Seririt dipilih karena memiliki catatan sejarah kebencanaan, khususnya gempa bumi, sehingga masyarakat perlu terus dibekali kesiapsiagaan.
“Simulasi ini menjadi momentum menguji dokumen perencanaan yang sudah disusun bersama masyarakat, apakah benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, simulasi akan mengambil skenario gempa bumi yang disusul banjir bandang akibat jebolnya bendungan. Kegiatan digelar di empat titik, yakni Lapangan Umum Seririt, Desa Lokapaksa, Desa Ularan, dan Desa Rangdu.
Program Kanal sendiri sejak 2025 melakukan pendampingan di delapan desa di Kecamatan Seririt. Pendampingan meliputi penyusunan kajian risiko bencana, rencana penanggulangan bencana, rencana kontingensi, hingga penentuan jalur evakuasi.
Karim menilai kesiapsiagaan tidak cukup hanya di tingkat pemerintah, namun harus dimulai dari keluarga. Karena itu, masyarakat didorong menyiapkan evakuasi mandiri, termasuk tas siaga berisi dokumen penting dan kebutuhan darurat.
“Kita tidak bisa menolak bencana, tetapi kita bisa meminimalisir dampaknya melalui kesiapan dan peningkatan kapasitas masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih terbatasnya desa yang memiliki dokumen kajian risiko bencana di Kabupaten Buleleng. Karena itu, kolaborasi lintas pihak dinilai penting agar desa-desa lain juga memiliki perencanaan kebencanaan yang matang.
NU Buleleng berharap simulasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kesiapsiagaan bencana harus menjadi budaya bersama, bukan hanya dilakukan saat momentum tertentu saja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....