Sokok Pegayaman Jadi Wujud Syukur Warga Sambut Maulid Nabi
- 26 Agt 2026 23:39 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Masyarakat Pegayaman, Kabupaten Buleleng, menghidupkan kembali tradisi pembuatan sokok dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
- Sokok tidak hanya dipandang sebagai tradisi, melainkan juga bentuk sedekah dan ungkapan rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
- Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum bersama dewan guru aktif terlibat dalam pembuatan sokok dengan semangat menghormati kelahiran Nabi, dan telur sebagai bahan utama akan dibagikan kepada masyarakat.
RRI.CO.ID, Singaraja - Tradisi pembuatan sokok kembali dilakukan masyarakat Pegayaman, Kabupaten Buleleng, dalam menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Bagi warga, sokok tidak sekadar menjadi bagian dari tradisi, tetapi juga menjadi bentuk sedekah dan ungkapan rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum, Wayan Siti Jakranah, mengatakan keterlibatan pihak sekolah bersama dewan guru dalam pembuatan sokok dilandasi semangat untuk menghormati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Telur yang menjadi bagian dari sokok nantinya akan dibagikan kepada masyarakat.
“Intisarinya kita buat sedekah, karena menyambut kelahiran Nabi. Telur yang ada di sokok nanti dibagikan kepada masyarakat,” ujar Wayan Siti Jekranah, Selasa, 25 Agustus 2026.
Proses pembuatan sokok dilakukan secara bertahap. Sejumlah hiasan bunga telah dipersiapkan sebelumnya, sementara proses perangkaian hingga menjadi sokok membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Beberapa bagian hiasan bahkan telah dipersiapkan jauh hari karena membutuhkan pengerjaan yang lebih rumit.

Untuk peringatan Maulid Nabi tahun ini, pihak sekolah menyiapkan sejumlah sokok, dengan dua di antaranya dipajang. Sebanyak 450 butir telur atau sekitar 15 krat disiapkan untuk kegiatan tersebut.
Wayan Siti Jekranah menegaskan, peringatan Maulid Nabi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa cinta dan syukur kepada Allah SWT sekaligus meneladani Nabi Muhammad SAW sebagai rahmatan lil alamin.
Ia menyebut peringatan Maulid Nabi di lingkungan tersebut tidak hanya melibatkan umat Muslim. Warga dari agama lain juga diundang untuk bersama-sama memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
“Maulid Nabi Muhammad itu bukan hanya untuk kaum muslimin, tapi rahmatan lil alamin, untuk seluruh umat manusia,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....