Kenaikan Harga Plastik Dinilai Berdampak Ganda, Lingkungan Diuntungkan

  • 15 Apr 2026 21:11 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Kenaikan Harga Plastik
  • Berdampak Ganda
  • Lingkungan
  • UMKM

RRI.CO.ID, Singaraja – Kenaikan harga plastik yang terjadi belakangan ini dinilai membawa dampak ganda, baik bagi lingkungan maupun sektor ekonomi, khususnya pelaku UMKM.

Owner Rumah Plastik Singaraja, Putu Eka Darmawan, mengatakan lonjakan harga plastik saat ini dipicu oleh kondisi global, khususnya krisis energi akibat konflik internasional. Produksi plastik yang sangat bergantung pada energi menyebabkan biaya produksi meningkat signifikan.

“Ini murni karena faktor energi. Semua proses produksi butuh energi, dan ketika energi naik atau terbatas, harga ikut terdorong naik,” ujarnya.

Dari sudut pandang lingkungan, kondisi ini dinilai positif karena mendorong masyarakat untuk lebih bijak menggunakan plastik. Namun di sisi lain, pelaku usaha kecil seperti rumah makan dan UMKM menghadapi tekanan karena biaya operasional meningkat.

“Kalau dilihat dari lingkungan, ini bagus karena orang jadi lebih hemat menggunakan plastik. Tapi dari sisi ekonomi, ini berat untuk UMKM,” ucapnya.

Ironisnya, kenaikan harga plastik tidak diikuti dengan kenaikan harga bahan baku daur ulang. Bahkan, harga material daur ulang justru mengalami penurunan. Hal ini disebabkan proses daur ulang membutuhkan energi lebih besar dibandingkan produksi plastik baru (virgin plastic), sehingga produsen cenderung beralih ke bahan baru.

Eka menilai kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi penggiat daur ulang. Meski demikian, pihaknya tetap bertahan melalui pendekatan hilirisasi, yakni mengolah sampah secara mandiri hingga menjadi produk bernilai jual.

“Kalau kami di Rumah Plastik, karena sudah hilirisasi, kami tidak terlalu terdampak. Kami olah sendiri, produksi sendiri, dan jual sendiri,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendekatan ekonomi dalam pengelolaan sampah agar kegiatan tersebut dapat berkelanjutan. Tanpa adanya nilai ekonomi, pengelolaan sampah akan sulit berkembang.

Ia juga menyoroti perlunya kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah yang kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....